Kami sampaikan kabar untuk anda

Dampak Gempa Ambon: 20 Orang Meninggal, 25 Ribu Mengungsi

reporter: CNN Indonesia

Tim SAR gabungan melakukan pencarian Matheis Frans warga Desa Nania yang tewas tertimbun longsoran bukit pasir di Desa Nania, Ambon, Maluku, Kamis (26/9/2019). (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)

Jakarta  — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 20 orang meninggal dunia usai gempa mengguncang Ambon, Maluku, Kamis (26/9). Jumlah tersebut menyusut dari rilis sebelumnya yang menyebut korban meninggal dunia mencapai 23 orang.

“20 korban dinyatakan meninggal dunia pascagempa bermagnitudo 6,5 yang terjadi di Ambon pada 26 September 2019 lalu,” jelas Plt Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Agus Wibowo melalui keterangannya, Sabtu (28/9).

Sementara itu BPBD Provinsi Maluku juga mencatat sebanyak 152 orang yang terluka. Sementara itu sebanyak 25 ribu warga mengungsi.

Agus melanjutkan, ke-20 korban meninggal tersebut masing-masing terbagi di tiga wilayah Kabupaten. Delapan orang di Kota Ambon, sementara 10 korban meninggal di Kabupaten Maluku Tengah, dan 2 korban meninggal di Kabupaten Seram Bagian Barat.

Gempa diketahui mengakibatkan 534 rumah, dan 12 unit rumah ibadah, 8 kantor pemerintahan serta 6 sarana pendidikan rusak. Selain itu, sebanyak satu fasilitas kesehatan, satu pasar, dan satu jembatan juga dinyatakan rusak akibat gempa.

BNPB pun menyebutkan bahwa hingga saat ini terdapat berbagai kebutuhan dasar yang dibutuhkan untuk para pengungsi maupun korban luka-luka, seperti tenda, terpal, makanan, minuman, obat-obatan, serta kebutuhan mendasar lainnya.

Sementara itu, merujuk pada aktivitas kegempaan, hingga hari ini Sabtu (28/9) pukul 11.00 WIT, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat setidaknya ada 475 kali gempa susulan yang mana sebanyak 64 kali gempa dirasakan di Kairatu, Ambon V MMI, Masohi III MMI, dan Banda II MMI.

Dalam rilis tersebut, BNPB menyebutkan bahwa BMKG telah menyatakan bahwa isu terkait akan terjadinya gempa besar dan tsunami di Ambon, Teluk Piru, dan Saparua adalah tidak benar atau berita bohong (hoax).

BMKG mengaku hingga saat ini belum ada teknologi yang dapat memprediksi gempa bumi dengan tepat, dan akurat kapan, di mana dan berapa kekuatannya.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.