Kami sampaikan kabar untuk anda

Satelit deteksi 85 hotspot dengan tingkat kepercayaan diatas 80% bakar lahan dan hutan di Riau. 22 titik di INHIL

“Jumlah ini meningkat dibandingkan dengan sehari sebelumnya yang hanya 69 Hotspot”

Kabut asap dipantau dijalan jendral sudirman Tembilahan, minggu (22/9). Foto: arsip detikriau.org/ Fs

Tembilahan, detikriau.org – Pencitraan satelit TERAA/AQUA (LAPAN) per tanggal 22 september 2019 mendeteksi sebanyak 85 titik hotspot kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau dengan tingkat kepercayaan diatas 80%.

Jumlah ini meningkat sebanyak 26 titik dibandingkan sehari sebelumnya (21/9) yang hanya sebanyak 69 titik panas.

Foto: screenshot laman sipongi.menlhk

Berdasarkan data pencitraan satelit ini, dikutip melalui laman kementrian lingkungangan hidup dan kehutanan RI, sipongi.menlhk.go.id dirincikan bahwa sebaran hotspot di Riau terpantau pada 8 kabupaten/Kota.

Jumlah hotspot terbanyak terdata di Kabupaten Rokan Hilir dengan 23 titik panas, selanjutnya berturut-turut, Kab INHIL 22 titik, Kab INHU 16 titik, Kab Pelalawan 12 titik, Kab Bengkalis 6 titik, Kota Dumai 3 titik, Kab Meranti 2 titik, dan Kab Kampar 1 titik.

Khusus untuk Kabupaten Inhil, 22 titik panas ini tersebar pada 6 Kecamatan yakni, Gaung 15 titik, Pulau Burung 1 titik, Tembilahan Hulu 1 titik, Tempuling 3 titik, Keritang 1 titik, dan Kemuning 1 titik.

Apa arti tingkat kepercayaan (confidence) ?

dikutip dari kumparan.com, Kasi Data BMKG Lampung, Rudy Hariyanto menjelaskan, setiap merilis informasi hotspot selalu disertai koordinat kecamatan, kabupaten, dan juga tingkat kepercayaan.

“Jadi bagi masyarakat maupun stakeholder terkait, dalam menyikapi informasi ini mohon bisa dilihat dari tingkat kepercayaannya. Misal kita merilis yang tingkat kepercayaannya di atas 50 persen, maksudnya di atas 50 persen sampai 100 persen itu tingkat peluang untuk terjadinya kebakaran besar,” ucapnya kepada Lampung Geh, Rabu (18/9).

Namun, untuk konfirmasi kebenaran terjadinya kebakaran hutan ataupun tidak itu bisa dilihat dari tingkat kepercayaannya.

“Kalau tingkat lebih kepercayaannya itu lebih dari 80 persen, itu biasanya sudah terjadi kebakaran. Tetapi lokasinya sangat jauh dengan perkampungan masyarakat, biasanya di hutan ataupun perkebunan juga jauh dari pemukiman,” pungkasnya.

Laporan: Amrul

Categorised in: Inhil, Semesta Riau

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.