Kami sampaikan kabar untuk anda

Di GOR Mitra Perkasa Tanjung Samak, Sekda Icut Buka Pelatihan Pengelolaan Sabut Kelapa 

MERANTI (detikriau.org) – Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, membuka secara resmi pelatihan pemanfaatan dan pengelolaan Sabut Kelapa bagi masyarakat di Gedung Olah Raga (GOR) Mitra Perkasa, Jalan H. Amuar, Desa Tanjung Samak, Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepualauan Meranti, Kamis (25/7/2019).

Pria yang akrab disapa Sekda Icut ini tampak hadir bersama Kepala Dinas Dinas Perkebunan Kabupaten Kepulauan Meranti, T. Efendi, Sekertaris Dinas Perindustian Perdagangan Koprasi dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti, Rudi Alhasan, Camat Rangsang, Tunjiarto MPd,  Sekdes Tanjung Samak,  Ahmad Afandi, Perwakilan Desa Teluk Samak, Pj Kades Dwi Tunggal,  Taufik dan Perwakilan Asosiasi Pengolahan Kelapa, Feri.

Sebelum dibukanya Pelatihan yang digelar oleh Dinas Perinduatrian Perdagangan Koprasi dan UKM ini, Sekda Icut mengucapkan apresiasi kepada semua pihak dengan terselenggaranya pelatihan dan penyuluhan pengolahan sabut kelapa yang di ikuti sebanyak 20 peserta pelau UKM di Kecamatan Rangsang tahun 2019 ini.

Menurut Sekda Icut, kegiatan ini merupakan kegiatan positif yang diharapkan dapat diikuti dan manfaatkan sebaik mungkin oleh para peserta, dimana sabut kelapa yang selama ini banyak terbuang akan memiliki nilai ekonomis bagi petani kelapa

“Dengan adanya pelatihan dan penyuluhan ini, maka sabut kelapa yang selama ini banyak terbuang akan memiliki nilai ekonomis bagi petani kelapa,” kata Sekda Icut.

Ini merupakan salah satu upaya Pemkab Kepulauan Meranti agar produk turunan kelapa berupa sabut itu memiliki nilai jual tinggi dan bisa meningkatkan nilai perekonomian petani setempat.

“Sabut Kelapa ini merupakan salah satu Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Kepulauan Meranti yang dapat dimanfaatkan menjadi nilai ekonomi dalam membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat khususnya di Kecamatan Rangsang,” tutur Sekda Icut.

Ini, lanjut Sekda Icut,  merupakan salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti untuk membangun kembali ekonomi masyarakat yang ada di kalangan menengah ke bawah.

Hal senada juga disampaikan Sekertaris Disperindagkop dan UKM Kabupaten Kepulauan Meranti,  Rudi Alhasan, yang tak luput mengucapkan terima kasih kepada pihak Kecamatan Rangsang sebagai tuan rumah yang telah mendukung terselenggaranyapelaksanaan pelatihan dan penyuluhan sabut kelapa di Desa Tanjung Samak tahun 2019.

“Semoga apa yang kita harapkan dari pelatihan dan penyuluhan ini dapat terealisasi dengan baik dan terus konsisten” pungkasnya.

Sementara itu, Rudi, mengatakan kegiatan berlangsung berlangsung dari tanggal 25 – 27 Juli 2019.

“Pelatihan ini berlangsung selama tiga hari, dimulai hari ini (Kamis,  (25/7/2019), red)  dan berakhir Sabtu (27/7/2019),” beber Rudi.

Dikatakannya lebihlanjut, kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolahan sabut kelapa yang menjadi barang mempunyai nilai ekonomis. Selain itu juga untuk memberikan peluang usaha berbabis potensi daerah bagi meningkatkan pendapatan dan menyerap tenaga kerja sekaligus mengurangi angka kemiskinan di Kabupaten Kepualauan Meranti.

Melihat banyaknya sabut kelapa yang ada di Kabupaten Kepualauan Meranti, maka Dinas Koperasi dan UKM mengadakan Pelatihan Pemanfaatan dan Pengolahan Sabut Kelapa

“Hasil pengolahan sabut kelapa ini nantinya bisa dimanfaatkan untuk berbagai hal mulai dari kerajian, keset, sapu dan lain-lain,” sebut Rudi.

Tidak hannya tentang pengolahan dan pemanfaatan sabut kelapa,  menurut Rudi, pelatihan dan penyuluhan ini juga bertujuan untuk meningkatkan sumber daya manusia dalam pengelolaan sabut kelapa yang selama ini menjadi limbah hasil pengolahan kelapa di Kabupaten Kepulauan Meranti.

“Harapanya para pelaku UKM dapat mengolah dan memanfaatkan sabut kelapa menjadi sesuatu karya yang menghasilakan uang,” ujarnya saat disela-sela kegiatan.

Sementara itu,  Camat Rangsang, Tunjianto MPd menyebutkan, sabut kelapa yang mulanya merupakan limbah yang diolah menjadi sebuah hasil kerajinan oleh masyarakat petani, khususnya di Kecamatan Rangsang.  Namun,  sejak di zaman Kabupaten Bengkalis hingga saat ini,  masih terkendala dengan persoalan pemasaran hasil pengolahan sabut tersebut.

Ia juga mengakui, masih rendahnya kwalitas pengolahan parutan sabut kepala yang merupakan hasil pengolahan limbah sabut kelapa setengah jadi merupakan salah satu kendala yang dihadapi untuk menembus pasar,

“Sulitnya menjangkau pasar hasil kerajinan hasil olahan limbah sabut kelapa masi kita alami sampai saat ini. Semoga melalui kegiatan Disperindagkop dan UKM ini diharapkan dapat melahirkan kader-kader pelaku UKM yang berkwalitas dan hasil produk-produk olahan yang berkwalitas pula, sehingga industri kecil di Meranti tidak sulit lagi berkembang,” tutur Tunjianto.***(adv/eko)

 

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.