Kami sampaikan kabar untuk anda

KPK Bidik Pengusaha dan Birokrat Jadi Tersangka Baru e-KTP

KPK menyatakan setidaknya bakal ada dua tersangka baru kasus korupsi pengadaan e-KTP dari unsur pengusaha dan birokrat. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Jakarta  — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengindikasikan bakal menetapkan lebih dari dua tersangka baru dalam kasus pengadaan Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan tersangka baru kasus e-KTP itu berasal dari kalangan pengusaha dan birokrat.

“Ada dari pengusaha, ada dari birokrat kayaknya,” ucap Agus usai menghadiri Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta pada Senin (1/7).

Senada, Wakil Ketua KPK Saut Sitomorang mengatakan jumlah tersangka baru dalam kasus pengadaan e-KTP lebih dari dua orang.

Ia pun membuka kemungkinan pihaknya akan menetapkan tersangka baru tersebut pekan depan.

“Yang jelas lebih dari dua,” katanya.

Sebelumnya saat berbicara di RDP dengan Komisi III DPR, Saut menyampaikan bahwa pihaknya sudah melangsungkan gelar perkara dan akan menetapkan tersangka baru terkait kasus pengadaan e-KTP.

“[Kasus] e-KTP juga kami kemarin sudah melakukan gelar perkara, akan ada [tersangka] yang baru lagi,” katanya.

Belum lama ini, KPK memeriksa dua anggota DPR Agun Gunandjar Sudarsa dan Melchias Marcus Mekeng, serta mantan anggota DPR periode 2009-2014 Chairuman Harahap sebagai saksi untuk mantan anggota DPR RI Markus Nari dalam kasus korupsi e-KTP, Senin (24/6).

Sehari berselang KPK kembali memeriksa Menkumham Yasonna Laoly dalam kasus e-KTP.

Saat dikonfirmasi setelah pemeriksaan, Chairuman menyatakan tak ada yang baru dari pertanyaan penyidik. Ia mengatakan pemeriksaan ini hanya mengulang untuk berita acara pemeriksaan (BAP) terkait kasus e-KTP.

“Tidak ada, hanya pengulangan untuk berita acara itu,” ujarnya di Gedung KPK, Jakarta.

Selain itu, Chairuman pun mengatkaan dirinya sudah tak berada di Komisi II DPR RI lagi saat pembahasan anggaran perpanjangan pengerjaan proyek e-KTP.

“Saya tidak di Komisi II lagi saat itu. Saya sudah di Komisi VI,” ujar Chairuman.

Sedangkan Yasonna yang diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan anggota Komisi II DPR periode 2009-2014, ini mengaku dirinya ditanyai soal sejumlah rapat Komisi II DPR terkait pembahasan pengadaan proyek e-KTP.

“Diperiksa sebagai saksi untuk Markus Nari itu saja. Kan, sama-sama anggota Komisi II, sama seperti keterangan saya sebelum-sebelumnya sebagai warga negara kita datang juga (ke KPK),” kata Yasonna.

Sejauh ini, KPK telah menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam kasus korupsi e-KTP. Mereka di antaranya mantan Direktur Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Irman, mantan Direktur Pengelolaan Informasi dan Administrasi Ditjen Dukcapil, Sugiharto, eks Bos PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudihardjo, mantan Ketua DPR, Setya Novanto, Mantan Direktur PT Murakabi Sejahtera, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, Made Oka Masagung, dan politikus Partai Golkar Markus Nari.

Saat ini, hanya Markus Nari yang masih dalam proses penyidikan KPK. Sementara itu, tujuh orang lainnya sudah divonis bersalah dan kena pidana penjara./CNN Indonesia

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.