Kami sampaikan kabar untuk anda

Habib Bahar bin Smith: … pengadilan Allah-lah pengadilan yang seadil-adilnya

Terdakwa kasus dugaan penganiayaan terhadap remaja Bahar bin Smith menjalani sidang lanjutan dengan agenda pembacaan putusan sela. Foto: ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

Detikriau.org – Terdakwa dugaan penganiayaan Habib Bahar bin Smith menyebutkan bahwa segala perbuatan akan dimintai pertanggungjawaban kelak dihadapan Allah. Kalimat pengingaat itu menurut Bahar untuk menggingatkan dirinya sendiri, pengacaranya, jaksa, hingga majelis hakim, tentang pengadilan akhirat.

Kalimat itu dilontarkan saat membacakan nota keberatan atau pleidoi di persidangan lanjutan di Kantor Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Kota Bandung, Kamis (20/6)

“Saya mengingatkan diri saya, wahai Bahar bin Smith segala yang saya lakukan, saya ingatkan saya segala yang saya lakukan, baik yang tampak atau yang tidak tampak, yang tersembunyi atau yang tidak tersembunyi, semua yang saya lakukan dan yang saya ucapkan akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Saya ingatkan untuk diri saya,” kata Bahar.

Ia kemudian mengingatkan jaksa dan pengacaranya. Bahar mengatakan jaksa yang menuntutnya hari ini akan dituntut oleh Allah kelak di akhirat. Begitu pula, dengan pengacara yang membelanya.

“Saya mengingatkan kepada saudara-saudara jaksa, sekarang Anda boleh menuntut siapapun di dunia. Tetapi kelak di akhirat anda akan dituntut oleh Sang Maha Penentu yaitu Allah SWT,” ujar Bahar.

“Saya ingatkan kepada saudara-saudara penasehat hukum, sekarang Anda membela saya. Jika Anda membela saya, sedangkan saya benar, Anda mendapatkan pahala. Sedangkan kalau saya salah, Anda akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah,” tambahnya.

Selanjutnya, Bahar juga mengingatkan kepada majelis hakim serta yang menghadiri persidangan bahwa kelak akan diadili oleh di pengadilan akhirat. Menurutnya, pengadilan tersebut merupakan pengadilan yang seadil-adilnya.

“Terakhir, saya mengingatkan Majelis Hakim Yang Mulia. Sekarang, majelis hakim menyidang saya, majelis hakim mengadili saya, kelak di akhirat, saya, penasihat hukum, penuntut umum, hadirin, dan majelis hakim, kita pun akan disidang di pengadilan Allah dan pengadilan Allah-lah pengadilan yang seadil-adilnya. Pengadilan yang maha adil,” ucapnya.

Jaksa menuntut Bahar dengan pidana kurungan penjara selama 6 tahun dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan penjara. Bahar dianggap melanggar Pasal 333 ayat 2 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP, Pasal 170 ayat 2 ke-2 KUHP, dan Pasal 80 ayat (2) jo Pasal 76 C Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

 

Sumber: kumparan.com   Editor: dro

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.