Kami sampaikan kabar untuk anda

Imbauan BNPB Bagi Warga Riau Dan Kalbar

“Menurut perkiraan, potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia meningkat mulai Juli 2019”

Petugas Manggala Agni Daops Pekanbaru menyemprotkan air ke lahan gambut yang terbakar di Desa Karya Indah, Kabupaten Kampar, Riau, Rabu (3/4/2019). Satgas Karhutla Riau terus melakukan upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan agar bencana kabut asap dampak dari karhutla tidak terulang kembali di Provinsi Riau. ANTARA FOTO/Rony Muharrman/aww.

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan agar mengantisipasi kemungkinan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Menurut perkiraan, potensi kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia meningkat mulai Juli 2019.

“Kami khususnya mengimbau kepada warga di Provinsi Riau, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Barat,” ujar Kepala BNPB, Doni Monardo di Jakarta, Sabtu (15/6), seperti dikutip Antara.

Doni menuturkan, BPNB akan memberikan pembekalan terkait antisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut. Melalui pembekalan tersebut, pihaknya berharap masyarakat memiliki pemahaman yang sama terhadap kesiapsiagaan dan pencegahan dalam menghadapi ancaman kebakaran tahun ini.

Dalam konteks pencegahan, tutur ia, kerja sama berbagai pihak sangat diperlukan sejak dini. Pemerintah mengamanatkan pembentukan satuan tugas gabungan yang terdiri dari BNPB, TNI/Polri, masyarakat, sampai dengan dunia usaha.

“Sinergi ini penting untuk menemukan alternatif penguatan dalam mencegah dan menanggulangsi kebarakan hutan dan lahan,” terang ia.

Doni pun menekankan, upaya antisipasi sangat penting dilakukan karena relatif lebih mudah dan lebih murah. Antisipasi pun merupakan langkah terbaik dibandingkan upaya penanggulangan ketika kebaran sudah terjadi.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan sejumlah daerah akan menghadapi curah hujan rendah sepanjang Juli-Oktober 2019.

BMKG memantau kondisi El Nino lemah yang diperkirakan bertahan sepanjang 2019. Fenomena alam tersebut berdampak pada musim kemarau perlu diwaspadai di mana puncaknya diperkirakan terjadi pada Agustus 2019.

Merujuk laporan BMKG,  musim kemarau itu menyebabkan beberapa daerah rentan mengalami kekeringan meteorologis meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara. Sementara daerah seperti Riau, Palembang, Jambi, serta sebagian besar Kalimantan berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan./validnews

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.