Kami sampaikan kabar untuk anda

Usai Digarap Penyidik, Kivlan Zen Langsung Digiring Ke Rutan Militer Guntur

Jakarta – Usai diperiksa dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen langsung dibawa ke Rumah Tahanan Militer Guntur, Jakarta Selatan, Kamis (30/5) malam.

Kivlan Zen keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya sekitar pukul 20:10 WIB dan langsung dibawa penyidik ke Rutan Guntur

Saat keluar, Kivlan tak banyak bicara saat ditanya awak media. Kivlan langsung digiring sebanyak delapan anggota kepolisian ke dalam mobil.

Diketahui, Kivlan telah diperiksa penyidik sejak Rabu (29/5) sore sekitar pukul 16:00 WIB. Namun pada Kamis (30/5) malam, ia baru selesai diperiksa sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal.

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya pun akhirnya menahan Mayjen TNI Purnawirawan Kivlan Zen setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Hal tersebut diungkapkan Kuasa Hukum Kivlan Zen, Suta yang mengaku bahwa Kivlan akan menjalani pemeriksaan selama 20 hari ke depan.

“Dalam hal ini kebijakan dari kepolisian untuk menahan 20 hari ke depan di rumah tahanan Guntur, Jakarta Selatan,” kata Suta. [rmol]

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.