Kami sampaikan kabar untuk anda

Terimbas Aksi 22 Mei, IHSG Ditutup di Zona Merah

Layar pergerakan Index Harga Saham Gabungan (IHSG) di kawasan Sudirman, Jakarta, Kamis 16 Agustus 2018. Tempo/Tony Hartawan

Jakarta – Kericuhan aksi 22 Mei yang menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggerus Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, 22 Mei 2019 akhirnya berakhir di zona merah pada penutupan perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup terkoreksi 0,20 persen atau 11,74 poin di level 5.939,64 dibanding penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Selasa 21 Mei 2019, IHSG mampu berakhir di posisi lebih tinggi 5.951,27 dengan kenaikan 0,75 persen atau 44,25 poin.

Indeks mulai tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun tipis 0,05 persen atau 2,99 poin di level 5.948,38 sejak Rabu pagi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif di level 5.918,90 – 5.966,80.

Sebanyak lima dari sembilan sektor pada perdagangan hari ini berakhir di wilayah negatif, dipimpin infrastruktur (-0,90 persen) dan barang konsumsi (-0,42 persen).Empat sektor lainnya mampu ditutup positif, dipimpin sektor tambang dan perdangan yang masing-masing naik 0,50 persen dan 0,19 persen.

Dari 633 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 193 saham menguat, 193 saham melemah, dan 247 saham stagnan.

Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang masing-masing turun 1,67 persen dan 3,49 persen menjadi penekan utama pergerakan IHSG pada akhir perdagangan.

Di sisi lain, saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) yang masing-masing naik 0,53 persen dan 0,69 persen menjadi pendorong sekaligus membatasi besarnya pelemahan IHSG.

Seperti diketahui, aksi massa 22 Mei menolak hasil penghitungan suara Pilpres 2019 oleh KPU. Unjuk rasa menyikapi hasil itu sendiri telah dimulai pascapengumuman oleh KPU dan berakhir ricuh dini hari tadi. Massa, yang mendukung pasangan Prabowo-Sandi, terlibat bentrok dengan pihak kepolisian, dengan enam orang tewas dikabarkan tewas dan ratusan lainnya terluka.

Kericuhan aksi 22 Mei ini dikhawatirkan mengganggu pertumbuhan defisit transaksi berjalan yang telah membebani nilai tukar rupiah, bursa saham, dan obligasi negara./detikcom

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.