Kami sampaikan kabar untuk anda

Bawaslu Belum Tetapkan Keputusan. Acang: Bukti Sudah Cukup. Tidak Ada Alasan Untuk Menghentikannya

Gedung kantor Bawaslu Inhil Jalan Trimas Tembilahan./Foto: detikriau.org/Fs

Tembilahan, detikriau.org – Hingga hari ini, Bawaslu Kabupaten Indragiri Hilir belum memberi putusan atas laporan dugaan penggelembungan suara oleh caleg PDIP Surya Lesmana.

Meski meyakini adanya indikasi kuat terjadinya pelanggaran pidana pemilu di Kecamatan Teluk Belengkong pada pemilu serentak, 17 april 2019 yang lalu, Bawaslu menegaskan bahwa keputusan apakah laporan ini bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan atau tidak harus diputuskan secara bersama-sama melalui rapat gakumdu.

Menanggapi hal ini, kuasa hukum pelapor, Zainuding Acang SH kepada detikriau.org menyampaikan desakan agar pihak Bawaslu menindaklanjuti laporan kliennya. Terbukti atau tidak menurutnya, pengadilan yang nantinya akan memberikan putusan.

“yang terpenting hendaknya saat ini biarlah hukum berproses sesuai ketentuan. Apalagi menurut kami, bukti sudah cukup, tidak ada alasan untuk menghentikan kasus ini,” Sampaikan Acang, yang saat itu didampingi rekannya, Maryanto,SH, kamis (16/5) malam

Acang juga berpendapat, terlepas dari berbagai kepentingan, yang perlu menjadi catatan bahwa hukum harus berjalan sesuai koridornya secara transparan agar tercapainya rasa keadilan.

Sebelumnya, Ketua Bawaslu Inhil M Dong kepda detikriau.org menegaskan bahwa secara pribadi ia meyakini adanya indikasi kuat terjadinya pelanggaran pidana pemilu.

Keyakinan ini menurutnya didasari dari tindaklanjut penyelidikan atas laporan dugaan penggelembungan suara oleh caleg PDIP Surya Lesmana.

“Saya meyakini adanya pelanggaran pidana pemilu. Tapi untuk memutuskan apakah kasus ini bisa ditingkatkan ketahap penyidikan, harus disepakati secara bersama-sama oleh Gakumdu,” Sampaikan M Dong dimintai komfirmasi oleh detikriau.org diruang kerjanya, rabu (15/5/2019)

Menurut M Dong, untuk kasus ini, pihaknya sudah memverifikasi kesesuaian copy lampiran C-7 yang disertakan pelapor (Surya Lesmana. Red) dengan dokumen PPK Kecamatan Belengkong, Dokumen Absensi pemilih TPS ini identik.

Tidak hanya itu, M Dong mengaku bahwa pihaknya juga sudah memintakan keterangan dari salah seorang saksi yang kemudian menyatakan bahwa dirinya saat hari pencoblosan berada di Guntung, Kecamatan Kateman, bukan di Kecamatan Belengkong.

“Artinya memang ada indikasi kuat pelanggaran pidana pemilu. Apa tindaklanjutnya, akan dibahas oleh Gakumdu yang terdiri dari Bawaslu, pihak kepolisian dan Jaksa,” ditambahkan M Dong.

Sekedara mengingatkan, laporan dugaan dugaan penggelembungan suara pada Lima Desa di Kecamatan Teluk Belengkong dilaporkan oleh Calon Anggota DPRD Inhil dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Daerah Pemilihan Empat (Kateman, Teluk Belengkong, Pulau Burung), Surya Lesmana.

Dugaan pelanggaran pidana pemilu ini menurut Surya baru diketahui pihaknya saat dilakukan proses rekapitulasi penghitungan perolehan suara di tingkat Kecamatan.

“Kita sudah laporkan ke Panwascam setempat. Saya menduga ada unsur kesengajaan terjadinya tindakpidana pemilu yang menguntungkan salah seorang caleg dengan cara melakukan penggelembungan suara,” Ujar Surya menjawab komfirmasi detikriau.org melalui sambungan telepon selularnya, kamis (25/4/2019)

Dugaan kuat terjadinya pelanggaran pemilu berdasarkan penelusuran pihaknya menurut Surya diindikasikan dengan adanya sejumlah TPS  dengan partisipasi pemilih 100% dan keseluruhannya hanya mencoblos untuk satu orang caleg dengan total jumlah 212 suara. “Termasuk dibeberapa TPS lainnya,” Ujar Surya juga

Tidak hanya itu, ditambahkan Surya, ada disalah satu Desa tercatat jumlah pemilih melebihi dari total jumlah penduduk Desa.

Bahkan Surya juga mengaku menemukan ada beberapa orang warga yang mengaku tidak berada di tempat saat hari pencoblosan, tetapi dalam Form C-7 (Absensi pemilih), nama warga tersebut ternyata tercantum dan sudah ditandatangani.

“artinya saya menduga ada pemilih siluman dengan menggunakan hak suara orang lain. Ini tindakan pidana.” Pertegasnya

Surya menerangkan bahwa dugaan pelanggaran pemilu terjadi di lima Desa yang disebutnya, Desa Hibrida Jaya, Desa Sumber Makmur Jaya, Desa Sumbar Sari Jaya, Desa Sapta Mulya Jaya, dan Desa Kelapa Patih Jaya di Kecamatan Teluk Belengkong.

“Kita sudah melengkapi laporan dengan menunjukkan beberapa saksi yang tidak berada di lokasi pada hari pencoblosan dan namanya ada di c7 termasuk beberapa dokumen pendukung lainnya.” Akhiri Surya./ rd

Tagged as: , , ,

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.