Kami sampaikan kabar untuk anda

ANALISIS: ‘Rapor Bagus’ Keuangan Garuda Mungkin untuk Tujuan Politik

Ilustrasi Garuda Indonesia. (REUTERS/Darren Whiteside)

Jakarta — Usai menerima rapor merah pada laporan keuangan mereka beberapa tahun kemarin, PTGaruda Indonesia (Persero) Tbk memberi kejutan. Mereka membukukan keuntungan di 2018.

Padahal, 2017 perseroan merugi sebesar US$216,58 juta setara Rp3,03 triliun mengacu kurs Rp14.000 per dolar Amerika Serikat (AS).  Kurun waktu satu tahun, Garuda Indonesia berhasil membalikkan rugi bersih yang cukup fantastis itu menjadi laba bersih sebesar US$809,84 ribu atau Rp11,33 miliar.

Sayangnya, kinerja positif maskapai plat merah itu justru memicu kontra dari dua komisaris Garuda Indonesia, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria. Bahkan, keduanya menolak menandatangani laporan buku tahunan Garuda 2018.

Chairal Tanjung dan Dony Oskaria adalah perwakilan dari PT Trans Airways dan Finegold Resources Ltd selaku pemilik dan pemegang 28,08 persen saham Garuda Indonesia.

Pangkal masalah adalah dua komisaris itu menolak satu transaksi kerja sama dengan PT Mahata Aero Teknologi terkait penyediaan koneksi wifi dalam pesawat yang dibukukan sebagai pendapatan dalam laporan keuangan tahun buku 2018.

Mengutip surat yang didapatkan oleh awak media ketika Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) berlangsung pada Rabu (24/4) tertulis bahwa Mahata bekerja sama secara langsung dengan PT Citilink Indonesia.

Melalui kesepakatan itu, keuntungan yang diraih Grup Garuda Indonesia sebesar US$239.940.000 (setara Rp3,35 triliun) dengan US$28.000.000 di antaranya merupakan bagi hasil Garuda Indonesia dengan PT Sriwijaya Air.

Namun, Garuda Indonesia belum mendapatkan bayaran dari Mahata atas kerja sama itu. Akan tetapi, perseroan mencantumkan nominal itu dalam pos pendapatan lain-lain bersih sebagai pendapatan kompensasi atas hak pemasangan peralatan layanan konektivitas dan hiburan dalam pesawat dan manajemen konten sebesar US$239.940.000.

Sebelumnya, transaksi itu belum dibukukan pada tahun buku 2017. Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Enny Sri Hartati menduga upaya Garuda Indonesia memasukkan transaksi itu bertujuan untuk mempercantik laporan keuangan mereka.

Maklum saja, maskapai penerbangan pelat merah itu memang menjadi sorotan dalam satu tahun terakhir akibat nominal kerugian yang fantastis. Bahkan, hingga kuartal III 2018 perusahaan masih merugi sebesar US$114,08 juta atau sekitar Rp1,5 triliun.

“Mengapa Garuda Indonesia masukkan piutang menjadi pendapatan? Tentu kalau pendapatan sudah dicatatkan sekarang maka penerimaannya naik, kinerjanya jadi biru, jadi bagus. Apalagi ini tahun politik sehingga menjadi sorotan,” katanya kepada CNNIndonesia.

Selain itu, ia memperkirakan upaya tersebut dilakukan manajemen Garuda untuk menarik minat investor. Jika ada kenaikan laba, tentunya setoran dividen kepada pemegang saham bertambah.

Sayangnya, lanjut Enny, Garuda Indonesia seolah melupakan posisinya sebagai perusahaan terbuka yang bisa dimonitor oleh publik. Alih-alih mendapatkan respon positif, ulah Garuda Indonesia ini justru berpotensi mengurangi kepercayaan investor pada kinerja perusahaan.

Padahal, kunci dalam bisnis perusahaan publik adalah kepercayaan investor. Pernyataan Enny, bukan isapan jempol belaka.

Tengok saja, sehari usai kabar penolakan laporan keuangan oleh dua komisaris beredar, saham perusahaan dengan kode GIAA itu merosot tajam 4,4 persen pada penutupan perdagangan sesi pertama, Kamis (25/4). Alhasil, harga saham Garuda Indonesia anjlok ke level Rp478 per saham dari sebelumnya Rp500 per saham.

Saham perseroan terus melanjutkan pelemahan hingga pembukaan perdagangan pagi ini, Jumat (26/4) ke posisi Rp460 per saham.[CNN Indonesia]

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.