Kami sampaikan kabar untuk anda

Mahfud MD Usul Presidential Threshold 20 Persen Ditinjau Ulang

Mahfud MD.. Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan

Peraturan pemilu mengenai presidential threshold sebesar 20 persen sebagai syarat partai politik agar bisa mengusung capres-cawapres menjadi sorotan bagi mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Mahfud menilai syarat 20 persen perlu dikaji ulang.

Mahfud mengaku setuju dengan adanya presidential threshold sebagai syarat parpol mengusung capres-cawapres. Hanya saja presidential threshold sebesar 20 persen dianggap terlalu tinggi dan berpotensi menimbulkan konflik politik.

“Perlu dipikirkan UU pemilihan berikutnya tentang presidential threshold. Saya setuju threshold harus ada tapi apa harus 20 persen? Nah itu perlu ditinjau melihat pengalaman sekarang, polarisasinya begitu tajam dan panas,” kata Mahfud di Kantor KPU Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (24/4).

Mahfud mengusulkan presidential threshold 20 persen bisa disamakan dengan parlementary threshold 4 persen. Sehingga parpol yang lolos ke Senayan bisa mengusung capres-cawapres.

“Kalau saya usul treshold harus ada, tetapi memakai parlementary treshold misalnya 4 persen. Partai yang punya kursi di DPR berdasarkan pemilu sebelumnya, berhak mengajukan calon presiden dan wakil presiden pada pemilu yang berjalan,” ucap ahli hukum tata negara itu.

Mahfud berpendapat presidential threshold dapat mengurangi potensi konflik politik ketika memasuki masa pengusungan capres-cawapres.

Namun, Mahfud sadar tidak mudah mengubah peraturan yang sudah dibuat dan ditetapkan oleh MK. Maka dari itu, ia menyarankan agar presiden dan wapres terpilih nanti agar segera merevisi Undang-undang Nomor 7 tentang Pemilu.

“Saya usul ini dibahas di tahun pertama. Karena kalau masuk tahun ketiga dan keempat seperti kemarin, KPU sudah terbentuk, UU belum jadi, tawar-menawar, jual dagang sate terjadi disitu. Kalau ingin baik ini harus jadi prioritas pertama perubahan UU politik terutama UU penyelenggaraan pemilu,” tutup Mahfud. [kumparan]

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.