Kami sampaikan kabar untuk anda

Gagal! Impor Daging Kerbau Tak Ampuh Tekan Harga

Foto: detikcom

Jakarta – Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), mengritik kebijakan impor daging kerbau yang dilakukan pemerintah saat ini.

melansir CNBC Indonesia, Direktur Eksekutif Gapuspindo, Joni Liano, menjelaskan tujuan pemerintah membuka keran impor daging kerbau untuk menurunkan harga daging ke level Rp 80 ribu per kilogram nyatanya tak pernah tercapai dalam lebih dari setahun terakhir.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) yang dihimpun Gapuspindo menunjukkan, rata-rata harga eceran daging sapi pada 2016 sebesar Rp 106.565/kg, naik menjadi Rp 107.311/kg di 2017 dan bertahan di level Rp 107.237/kg di sepanjang tahun lalu.

Adapun dalam dua bulan pertama tahun ini, harga rata-rata daging sapi menurut BPS mencapai Rp 107.221/kg di Januari dan Rp 107.232/kg di Februari.

“Apakah harga turun ke Rp 80 ribu/kg? Ini data dari Kementerian Perdagangan, berkisar Rp 106 ribu-Rp 107 ribu/kg. Sementara pemerintah katakan supaya harga acuan bisa Rp 80.000/kg sesuai Permendag 96/2018 harus suplai daging kerbau,” ujar Joni, dalam Agrina Agribusiness Outlook 2019, Kamis (11/4/2019).

Padahal, realisasi impor daging kerbau dari India sejak 2016 terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan volume impor 39.524 ton di tahun tersebut, naik 38% menjadi 54.510 ton di 2017, dan kembali tumbuh 46% menjadi 79.634 ton di tahun lalu.

“Impor daging dari India naik terus tapi harga segitu-segitu saja. Tujuan dari pemerintah untuk stabilkan harga, sesuai dengan Permendag harus Rp 80 ribu/kg nggak ada yang tercapai. Jadi kenapa impor terus dilakukan?” keluhnya.

Joni juga menegaskan, konsumen turut dirugikan, karena daging kerbau ujung-ujungnya dioplos dengan daging sapi di pasaran dan tidak ada pemisahan. Pasalnya, konsumen di Tanah Air belum menyukai daging kerbau.

“Harusnya dilakukan segmentasi antara daging sapi dan daging kerbau. Awalnya impor daging kerbau beku hanya untuk masuk industri pengolahan. Kalau untuk industri, tidak akan berubah. Faktanya kini daging kerbau beku sudah ke mana-mana, banyak yang dioplos. Karena ibu-ibu itu kalau disuruh memilih daging kerbau dan daging sapi, mereka akan tetap pilih daging sapi yang harganya Rp 110 ribu/kg,” jelasnya.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.