Kami sampaikan kabar untuk anda

Kunker ke Meranti, Gubri Diminta Bupati Irwan Prioritaskan Buka Akses Daerah

“sebagai Kabupaten baru, Meranti merasa seolah dianaktirikan dengan alokasi APBD Provinsi  yang sangat minim”

Tepuk Tepung Tawar olah Bupati Meranti H. Irwan kepada Gubernur Riau, H Syamsuar. Foto: Humas

Meranti, detikriau.org – Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti, Drs. H. Irwan M.Si menyebutkan bahwa Meranti sangat membutuhkan perhatian dan bantuan dari Pemprov Riau, terutama untuk membuka akses daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan.

Bupati menargetkan angka kemiskinan di Meranti harus mampu ditekan hingga dikisaran 20 persen.

“Meranti sangat membutuhkan bantuan dari Provinsi Riau, saat ini secara statistik tingkat kemiskinan di Meranti masih berada diatas angka 28 persen. Meski jauh menurun dari awal berdiri dengan angka kemiskinan 43 persen, namun angka kemiskinan yang aman minimal harus berkisar 20 persen,” Sampaikan Bupati disela kegiatan penyambutan kunjungan kerja Gubernur Riau Syamsuar bertempat di Ballroom Hotel Grand Meranti Jalan Kartini, Selatpanjang, Ahad (7/4/2019).

Menurut Bupati, masyarakat miskin di Meranti terbanyak berada diperkampungan masyarakat suku terasing yang sebagian besar bertempat-tinggal dipulau-pulau dan pinggiran sungai yang sulit dijangkau.

“Rata-rata mereka hidup miskin dengan tingkat pendidikan yang masih rendah,” jelas Bupati.

Dalam upaya mengatasi tingkat kemiskinan di Meranti, Bupati berkeyakinan Gubri mampu memberi tunjuk ajar, apalagi H. Syamsuar pernah menjabat dan pernah tinggal lama di Negeri Sagu ini.

Untuk bidang infrastruktur dalam rangka membuka keterisolasian daerah, Bupati Irwan juga berharap bantuan dari Pemprov Riau.

Namun menurut Bupati jika berkaca pada tahun-tahun sebelumnya, dana provinsi tidak bisa masuk ke Meranti dengan alasan jalan yang diusulkan tidak masuk dalam kategori jalan Provinsi maupun Nasional.

“Pak Gubernur tentu punya rumusan agar anggaran Provinsi itu bisa masuk ke Meranti, saya yakin ditangan Pak Syamsuar Riau akan kembali bersinar, terbilang dan gemilang,” harap Bupati Irwan.

Dalam kesempatan ini, Bupati Irwan juga sempat menyampaikan bahwa

sebagai Kabupaten baru, Meranti merasa seolah dianaktirikan dengan alokasi APBD Provinsi Riau yang sangat minim.

Untuk itu Bupati berharap, dibawah kepemimpinan Gubernur Riau baru, H Syamsuar, dapat menjadikan Meranti mampu duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dengan Kabupaten lainnya di Riau.

“Pak Syamsuar pasti dapat membantu kami, jangan lagi Meranti diperlakukan seperti anak tiri,” Akhiri Bupati.

Sementara itu, Gubernur Riau, H Syamsuar dalam amarannya menjelaskan bahwa saat ini Pemprov Riau memang sedang fokus melakukan pembangunan infrastruktur dalam upaya membuka akses daerah.

Namun dengan dana APBD Provinsi Riau berkisar Rp 9 Triliun yang akan digunakan untuk membangun 12 Kabupaten/Kota di Riau, Gubri memastikan tentulah tidak akan cukup, untuk itu sangatlah diperlukan sumber pedanaan lainnya seperti melalui APBN.

Sebagai langkah awal, dikatakan Syamsuar, Pemprov Riau akan upayakan jalan-jalan di Riau terkoneksi untuk memastikan status jalan, apakah masuk Provinsi atau Nasional.

“Dengan begitu penyaluran bantuan keuangan dari Provinsi dan Pusat untuk infrastruktur jalan menjadi jelas dan tidak menimbulkan masalah kedepan, sebab jika jalan sudah bagus otomatis ekonomi meningkat,” yakini Syamsuar.

Untuk mensukseskan hal ini, Syamsuar berencana akan mengundang Kepala Dinas PU, Bappeda dan Pertanian Se-Kabupaten Kota untuk membahas berbagai program strategis termasuk di Meranti.

Dalam kesempatan itu, Syamsuar juga menyebutkan bahwa terkait lokasi rencana penyeberangan terdekat penghubung Pulau Sumatera dengan Meranti, perlu segera disepakati, apakah memang di Air Mabuk, Putong.

“Termasuk penyebrangan yang menghubungkan Pulau Rangsang dengan provinsi tentangga, Kepri,” imbuh Syamsuar

Kespakatan itu menurut Syamsuar harus sudah diputuskan sebelum Pemprov Riau selesai menyusun RPJMD daerah, sebab jika tidak tuntas penyusunan RPJMD Provinsi Riau akan terkendala.

Disamping Infrastruktur, program prioritas lainnya menurut Gubri berkaitan dengan pembangunan Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Halal dimana Provinsi Riau telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat sebagai salah satu daerah Destinasi Wisata Halal di Indonesia.

“Kita memiliki sumber dayanya tinggal lagi bagaimana memproduksinya dengan baik agar dapat dijual kepada wisatawan dan disini juga perlu keberpihakan dari Pemda dan Perbankan untuk memberikan penyuluhan dan bantuan pendanaan,” jelasnya.

Salah satu penunjang Ekonomi Kreatif dan Pariwisata adalah dengan memperhatikan sektor UMKM yang mampu mengolah potensi SDA menjadi makanan dan lainnya yang sangat dimintai para wisatawan.

“Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini akan menjadi sektor paling menjanjikan di Riau apalagi Riau telah ditetapkan sebagai salah satu destinasi wisata halal di Indonesia,” ungkapnya.

Untuk sekedar dikabarkan, kehadiran Gubernur Riau, H Syamsur di Meranti, selain disambut Bupati Meranti H Irwan, juga disambut langsung oleh Wakil Bupati H. Said Hasyim, Kapolres Meranti AKBP. La Ode Proyek, Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti H. Yulian Norwis SE MM, Tokoh Masyarakat Meranti H. Wan Abu Bakar, Tokoh Pemekaran Meranti Ridwan Mahadar, Pabung Kodim Bengkalis Mayor. TNI P. Girsang, Ketua MUI H. Musyafa S.Ag, Asisten I Sekdakab. Meranti Syamsuddin SH MH dan jajaran Pejabat Eselon II, Kabag Humas dan Protokol Sekdakab. Meranti Hery Saputra SH dan jajaran pejabat lainnya, Ketua PKK Meranti Hj. Nirwana Sari Irwan, Srikandi Meranti Hj. Jahlelawati, Tokoh Pejuang Pemekaran /Masyarakat/Agama/Pemuda dan lainnya.

Kegiatan Kungker sekaligus Silahturahmi Gubernur Riau dengan Pemda Meranti dan masyatakat diawali dengan acara Tepuk Tepung Tawar olah Bupati Meranti H. Irwan diikuti oleh forkopimda dan Tokoh Masyarakat.[Humas/Eko]

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.