Kami sampaikan kabar untuk anda

Najib Razak Pakai Duit Korupsi Untuk Belanja Produk Chanel

Mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak, saat menjalani persidangan. (REUTERS/Lai Seng Sin)

Jakarta  — Sidang skandal pencucian uang mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak, mengungkap banyak hal. Salah satu bukti yang dipaparkan jaksa penuntut umum adalah Najib membelanjakan duit diduga hasil korupsi itu untuk membeli produk merek fesyen ternama, Chanel hingga membiayai renovasi rumah.

Seperti dilansir AsiaOne dikutip melalui CNN Indonesia, Kamis (4/4), fakta itu terungkap dalam persidangan perdana Najib. Jaksa menyatakan Najib menggunakan uang yang diduga hasil gratifikasi itu untuk berbelanja produk Chanel di gerai cabang Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat.

Menurut Jaksa Agung Malaysia, Tommy Thomas, dari catatan transaksi kartu kredit, Najib menghamburkan US$130,625 (sekitar Rp1,8 miliar) untuk belanja di toko Chanel. Transaksi itu tercatat terjadi pada Desember 2014.

Jaksa juga menyatakan uang korupsi itu dipakai untuk merenovasi dua rumah pribadi Najib. Yakni di Jalan Langgak Duta, Kuala Lumpur dan Pekan, Negara Bagian Pahang.

Selain itu, uang diduga hasil korupsi dari anak perusahaan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB) juga mengalir ke partai-partai mitra koalisi Barisan Nasional. Pemberian itu dalam bentuk cek.

“Terdakwa tidak berada di atas hukum, dan persidangannya harus menjadi preseden untuk para pemimpin di masa depan,” kata Tommy.

Najib dibelit tujuh kasus penyalahgunaan wewenang dan melanggar sumpah dalam dugaan pencucian uang sebesar Rp146 miliar. Duit itu diduga hasil korupsi dari lembaga SRC International Sdn. Bhd., yang terkait dengan 1 Malaysia Development Berhad (1MDB).

Dalam kasus lainnya, Najib diduga melakukan pencucian uang dengan menerima tiga kali transfer terpisah dalam jumlah besar. Masing-masing satu kali sebesar Rp94 miliar dan dua kali sebesar Rp34 miliar.

Aliran dana dari SRC ke rekening Najib dikirim melalui rekening dua perusahaan berbeda. Yakni Gandingan Mentari Sdn., Bhd., yang merupakan anak perusahaan SRC dan Ihsan Perdana Sdn. Bhd.

Najib lantas mengirim lagi uang itu ke rekening pribadi lainnya di AmPrivate Banking, yang merupakan bagian dari AmIslamic Bank Bhd.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.