Kami sampaikan kabar untuk anda

Satelit Terra dan Aqua Deteksi 79 Titik Panas di Riau. Kota Tembilahan Diselimuti Kabut Asap Tipis

petugas sedang berupaya memadamkan kebaran hutan lahan./Foto: Internet

detikriau.org –Kabut yang menyelimuti ibukota Kabupaten Indragiri Hilir, Tembilahan hari ini diyakini masyarakat merupakan asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Mata terasa sedikit perih dan udara berbau sisa bakaran.

“Ini bukan kabut, tapi asap. Mungkin asap yang terbawa akibat kebakaran hutan dan lahan. Mata aja terasa agak perih dan tercium berbau sisa pembakaran,” ujar seorang warga Tembilahan Hulu, Ridwan kepada detikriau.org, kamis (21/3) pagi

Menurut Ridwan asap tipis yang menyelimuti kota Tembilahan sudah dirasakannya sejak sehari sebelumnya.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika stasiun Pekanbaru, Sukisno, Kamis (21/3) dikutip  melalui riauonline.co.id menerangkan bahwa Satelit Tera dan Aqua memantau 79 titik panas yang diindikasikan kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Riau.

Dari jumlah itu menurutnya, 20 Titik panas terpantau di Kabupaten Kepulauan Meranti, 19 di Kabupaten Pelalawan, sembilan di Bengkalis, enam di Dumai, lima di Indragiri Hulu, empat di Rokan Hilir, dan Kabupaten Indragiri Hilir dan Kuantan Singingi masing-masing satu titik

Menurutnya, kabut asap sisa kebakaran hutan dan lahan mulai mengganggu kualitas udara di sejumlah wilayah Riau, Seperti Dumai jarak pandang menurun hingga 3 kilometer, Pelalawan penurunan jarak pandang hingga 5 kilometer, Indragiri Hulu dengan jarak pandang 5 kilometer dan Pekanbaru 5 kilometer.

Namun hujan lebat yang turun pada pagi hari tadi, Kamis 21 Maret 2019 membuat kabut asap di beberapa wilayah mulai berkurang.

“Akibat hujan lebat tadi otomatis kabut asap di sekitar bersih, kemarin memang ada indikasi kabut asap tipis, tapi masih dalam batas normal jarak pandang delapan hingga sembilan kilometer,” kata Kepala Bidang Data dan Informasi, Marzuki.

Menurut Marzuki, sebagian besar wilayah Riau hari ini, Kamis 21 Maret 2019 sudah mulai turun hujan dalam intensitas deras yang mampu mengurangi kabut asap.

“Kami melihat sebagian besar daerah sudah hujan, termasuk Dumai,” katanya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau mencatat luas lahan terbakar di Riau hingga kini mencapai 2.425 hektare. Bengkalis menjadi daerah yang mengalami kebakaran lahan paling luas tahun 2019 ini dengan mencapai 1.191 hektare, sisanya tersebar di sepuluh kabupaten kota lainnya di Riau.

“Pemadaman masih terus dilakukan melibatkan TNI, Polri, Manggala Agni dan BPBD. Ditambah perkuatan helikopter waterbombing di sejumlah daerah,” kata Kepala BPBD Riau Edwar Sanger.[Am]

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.