Kami sampaikan kabar untuk anda

Pemakaman korban penembakan masjid: ‘Saya seharusnya berbaring di sampingmu’

GETTY IMAGES
Image caption
“Saya seharusnya tidak berdiri di depanmu. Saya harus berbaring di sampingmu,” kata Zaid, salah-seorang putra drai korban penembakan, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.

Jasad ayah dan anak lelakinya asal Suriah telah dikuburkan dalam pemakaman pertama bagi korban penembakan di dua masjid di Selandia Baru yang menewaskan 50 orang.

Khaled Mustafa, 44 tahun, dan anaknya Hamza, 16 tahun, tiba di Selandia Baru pada tahun lalu sebagai pengungsi. Mereka ditembak saat salat Jumat di masjid Al-Noor.

Khaled meninggalkan seorang istri dan seorang putra remaja lainnya yang juga terluka dalam serangan itu. Zaid Mustafa menghadiri pemakaman dengan menggunakan kursi roda.

“Saya seharusnya tidak berdiri di depanmu. Saya harus berbaring di sampingmu,” kata Zaid, seperti dilaporkan Kantor berita AFP.

REUTERS

Ratusan pelayat berkumpul di komplek kuburan di dekat Linwood Islamic Centre di Kota Christchurch, Rabu (20/03), salah-satu masjid yang menjadi sasaran serangan pada Jumat lalu.

Para relawan ikut terlibat membantu proses pemakaman dan memberikan dukungan moral kepada keluarga korban.

CARL COURT/GETTY IMAGES

Dalam tradisi Islam menyerukan agar jenazah sesegera mungkin dimakamkan, tetapi proses pemakaman korban penembakan itu tertunda karena proses identifikasi.

Warga Australia, Brenton Tarrant, 28 tahun, yang menyebut dirinya penganut ideologi supremasi kulit putih, didakwa sebagai pelaku pembunuhan.

CARL COURT/GETTY IMAGES

Pejabat kota Christchurch mengeluarkan panduan ketat kepada media massa menjelang proses pemakaman dan meminta agar keluarga korban dibiarkan sendirian.

“Jenazah akan dibawa ke lokasi, dibawa ke tenda pribadi yang telah dijadikan sebagai area keluarga,” kata juru bicara dewan kota.

FIONA GOODALL/GETTY IMAGES

“Setelah disalatkan dalam waktu yang pendek, keluarga dan kawan-kawannya akan membawa jenazah ke liang, tempat jenazah akan diletakkan,” tambahnya.

Apa perkembangan terbaru?

Kepolisian Selandia Baru pada Rabu menyebutkan identitas enam korban penembakan di masjid Al Noor.

Pimpinan kepolisian sermpat, Komisaris Mike Bush mengatakan 21 mayat telah selesai diidentifikasi dan sudah diserahkan kepada keluarga. Pemeriksaan post-mortem terhadap 50 jenazah sudah selesai, kata polisi.

CARL COURT/GETTY IMAGES

Tetapi beberapa keluarga menyatakan frustrasi dengan proses identifikasi yang beberapa kali tertunda. Mohamed Safi, 23 tahun, yang ayahnya Matiullah Safi meninggal akibat serangan di Masjid Al Noor, mengeluhkan kurangnya informasi.

Dia mengatakan kepada kantor berita AFP: “Mereka hanya mengatakan bahwa mereka sedang melakukan prosedur mereka … Mengapa saya tidak tahu apa yang dilakukan mereka dalam mengidentifikasi jenazah?”

Dalam sebuah pernyataan pada Selasa, polisi mengatakan: “[Kami] sangat menyadari frustrasi oleh keluarga dengan lamanya waktu yang diperlukan untuk proses identifikasi setelah serangan teror Jumat.

“Kami melakukan semua yang kami bisa lakukan, dan secepat mungkin kami akan menyerahkan jenazah korban kepada orang-orang yang mencintainya.”

Layanan imigrasi Selandia Baru mengatakan terus dan akan memproses visa bagi keluarga para korban yang ingin datang dari luar negeri untuk menghadiri pemakaman.

sumber: BBC Indonesia

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.