Kami sampaikan kabar untuk anda

Presiden tegaskan capai swasembada pangan tak bisa instan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahun 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa. (Hanni Sofia)

Jakarta – Presiden Joko Widodo menegaskan untuk mencapai target swasembada pangan menuju kedaulatan pangan di Tanah Air tidak bisa dilakukan secara instan.

“Kalau orang menginginkan bisa swasembada, langsung ketahanan pangan, kemudian meloncat menuju kedaulatan pangan dalam sehari dua hari seperti membalikkan tangan, nggak akan mungkin. Perlu proses dan tahapan,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam acara Peresmian Pembukaan Rapat Koordinasi dan Diskusi Nasional Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Tahun 2019 di Istana Negara Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan, dalam 4,5 tahun terakhir pemerintahannya masih terkonsentrasi dan terfokus pada pembangunan infrastruktur baik di desa maupun di kota-kota.

Di desa, misalnya, telah banyak dibangun jalan produksi menuju kebun dan sawah dengan menggunakan dana desa.

“Berkaitan dengan jalur logistik besar, jalan tol, pelabuhan, airport kita bangun juga untuk dekatkan produsen ke konsumen. Produsen dan pasar. Kita melihat bahwa ini semuanya tidak bisa instan,” katanya.

Presiden mencontohkan, untuk komoditas jagung misalnya juga tidak bisa instan untuk menyelesaikan persoalan di dalamnya, karena secara fisik di lapangan produksi jagung melimpah tetapi harga jagung jatuh di tingkat petani karena ada impor.

“Saya lihat, produksi jagung per hektare bagus tapi kalau harga jatuh seperti itu untuk apa. Saya cek, impor berapa, benar impor gede banget. Hampir 3,6 juta ton. Sehingga saat itu saya terbitkan Perpres yang membuat Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Jagung Rp2.700 per kilogram. Paling tidak dengan harga itu jagung petani terserap dimana pun,” katanya.

Perlu proses sehingga perlakuan serupa pada jagung bisa diterapkan pada komoditas lain, terutama yang banyak diimpor.

Presiden mengatakan hal-hal seperti itu yang saat ini sedang terus dibenahi agar kesejahteraan petani di Tanah Air bisa meningkat.

“Saya juga senang rumpang hasil hutan. Mereka mulai menanam bawang putih. Kalau panen bagus saya minta diperluas,” kata Presiden.

Pada kesempatan itu hadir para pengurus dan anggota HKTI dari seluruh Indonesia.

Hadir pula Ketua Umum HKTI Moeldoko, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, dan Ketua DPD RI Oesman Sapta Odang.

sumber: ANTARA

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.