Kami sampaikan kabar untuk anda

Menlu Palestina desak negara arab hadapi negara yang akui Al-Quds

Menlu Palestina Riad Al Maliki mengikuti Sidang Dewan Menteri Luar Negeri negara-negara OKI di JCC, Jakarta, Minggu (6/3). Pertemuan tersebut digelar dalam rangkaian KTT Luar Biasa ke-5 OKI mengenai Palestina dan Al-Quds Al-Sharif. (ANTARA FOTO/OIC-ES2016/Panca S)

Kairo, Mesir – Menteri Urusan Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina Riyad Al-Malki pada Rabu (6/3) menyeru semua negara Arab agar melakukan tindakan guna menghadapi setiap negara yang mengakui Al-Quds (Jerusalem) sebagai ibu kota Israel.

Ia mendesak negara Arab agar melaksanakan resolusi Dewan Liga Arab di berbagai tingkat untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan guna menghadapi setiap keputusan oleh negara mana pun yang mengakui Al-Quds sebagai ibu kota Israel atau memindahkan kedutaan besarnya ke kota itu.

Al-Malki mengeluarkan komentar tersebut selama pidatonya dalam Sidang Ke-15 Dewan Liga Arab di tingkat menteri luar negeri –yang diselenggarakan di Kairo, Mesir.

Menteri Palestina itu mengatakan rakyat Palestina saat ini mempertahankan Masjid Al-Aqsha dari upaya Israel untuk menguasai beberapa bagian tempat suci tersebut, demikian laporan Kantor Berita Palestina, WAFA –yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis pagi. Ia menambahkan penguasa pendudukan Yahudi percaya waktu dan tempatnya tepat untuk memecah Masjid Al-Aqsha.

Ia menambahkan, “Kita perlu menanggapi perdana menteri pemerintah pendudukan Israel, yang setiap hari mengklaim perdamaian dengan Palestina bukan syarat bagi perdamaian dengan negara Arab saat ini berusaha mengubah citra Israel dari kekuatan pendudukan menjadi lahan subur penyelesaian dan inovasi.”

Pada 2002, Liga Negara Arab mensahkan Gagasan Perdamaian Arab, yang memperlihatkan keinginan bangsa Arab bagi perdamaian strategis, yang menetapkan bahwa syarat untuk mengakui Israel dan penetapan hubungan normal dengannya ialah penarikan Israel dari wilayah Palestina, yang diduduki pada 1967, berdirinya Negara Palestina Merdeka dan dicapainya penyelesaian yang adil bagi masalah pengungsi Palestina, kata menteri tersebut.

“Oleh karena itu, negara Arab telah menyampaikan konsesi maksimum yang bisa mereka tawarkan bagi perdamaian yang adil dan menyeluruh,” katanya.

Ia menambahkan bahwa “17 tahun setelah Gagasan Perdamaian Arab, jumlah pemukim Yahudi telah berlipat-ganda, kegiatan me-Yahudi-kan Al-Quds Timur dan upaya untuk memecah Masjid Al-Aqsha telah meningkat.

sumber; Antara

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.