Kami sampaikan kabar untuk anda

Ojek Online Bantu Selesaikan Masalah Ekonomi dan Pengangguran di Indonesia

Penulis: Nina Sriwahyuni

Foto Ilustrasi

Tidak bisa kita pungkiri, perkembangan zaman yang semakin maju telah membawa pengaruh yang sangat luar biasa untuk perubahan Indonesia, terutama dibidang teknologi.

Salah satu hasil dari perkembangan teknologi yang sangat terlihat adalah transisi ojek pangkalan menjadi ojek online.

Yang mana kita ketahui, dahulu seorang tukang ojek untuk mendapatkan pelanggan hanya bisa berdiam di suatu pangkalan saja. Tetapi kini ojek online hadir dengan suatu aplikasi yang sangat membantu para tukang ojek mendapatkan pelanggan dimana saja. Tidak hanya para tukang ojek dan masyarakat saja yang mendapatkan keuntungan, tetapi Indonesia pun mendapatkan kentungan dari hadirnya ojek online.

Untuk Indonesia hadirnya ojek online ini sangat membantu menyelesaikan beberapa masalah makro Indonesia yaitu ‘ekonomi dan pengangguran’.

Kehadiran ojek online ini tidak hanya menciptakan suatu kemudahan untuk mencari transportasi dimanasaja. Tetapi ojek online juga dapat menciptakan lapangan pekerjaan untuk masayarakat Indonesia.

Saat ini tidak hanya masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan saja yang bisa menjadi tukang ojek, tetapi seluruh kalangan juga bisa menjadi tukang ojek online, karena ketidakharusan memiliki waktu khusus untuk menjadi tukang ojek online sehingga sangat membantu masyarakat untuk menambah pundi-pundi penghasilan.

Seperti misalnya para mahasiswa untuk memenuhi kebutuhan mereka, dan ingin meringankan beban orang tua, mereka dapat menjadi tukang ojek online memanfaatkan waktu luang diluar jam kuliah mereka

Di Indonesia saat ini ada beberapa jenis ojek online seperti Go-jek, Grab, Uber dll.

Menurut hasil research terhadap perkembangan bisnis e-commerce di Indonesia, salah satunya adalah Go-jek memiliki kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia sebesarRp 8,2 triliun pertahun.

Go-jek memiliki 1 juta pegawai, 125 ribu mitra usaha, 30 ribu penyedia jasa, dan tersedia di 50 kota di Indonesia.

Sementara itu, untuk Grab, mereka telah menginvestasikan dana senilai  USD 700 juta atau sekitar Rp 9,3 triliun ke Indonesia dalam jangka waktu 2017-2020.

Sehingga hasil research ini telah menunjukan besarnya kontribusi ojek online terhadap penciptaan lapangan pekerjaan yang jelas sangat membantu menurunkan jumlah pengangguran dan membantu perputaran ekonomi bagi Indonesia.

Tidak bisa kita pungkiri lagi pekerjaan yang dahulunya hanya dipandang sebelah mata oleh banyak orang, tetapi kini telah banyak membawa pengaruh yang luar biasa bagi banyak orang dan Indonesia. Dan ini juga terjadi akibat adanya korelasi yang baik antara para generasi Indonesia dan pemerintahan Indonesia, untuk membantu menciptakan inovasi-inovasi yang sangat luar biasa untuk Indonesia yang lebih baik./***

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.