Kami sampaikan kabar untuk anda

Gempa Biasa Berulang Seperti Siklus, Apa Konsekuensinya?

Ilustrasi gempa. shutterstock.com

Jakarta – Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Wisnu Widjaja mengatakan gempa biasanya terjadi berulang di tempat yang sama seperti sebuah siklus.

“Gempa tidak bisa diperkirakan kapan akan terjadi, tetapi tempatnya sudah bisa diperkirakan,” kata Wisnu dalam jumpa pers di Graha BNPB, Jakarta, Kamis.

Wisnu mengatakan Indonesia memiliki peluang mengalami gempa karena berada di wilayah yang memiliki banyak lempeng tektonik, patahan atau sesar. Gempa biasanya terjadi diantara dua lempeng.

Menurut Wisnu, para pakar Indonesia sudah memiliki data di mana saja pernah terjadi gempa. Data tersebut digunakan untuk memperkirakan tempat-tempat yang rawan terjadi gempa.

“Peluang terjadi gempa ada, dan masyarakat tinggal di tempat. Tentu ada hambatan sosiologis untuk memindahkan mereka dari tempat-tempat yang rawan gempa,” tuturnya.

Catatan dan data tentang kemungkinan bencana, termasuk gempa, tidak boleh diabaikan. Wisnu mengatakan data tersebut harus menjadi dasar untuk merencanakan pembangunan di setiap daerah.

“Gempa adalah proses alam yang tidak bisa dicegah. Karena itu, dalam Rapat Koordinasi Nasional BNPB 2019, salah satu arahan Presiden Joko Widodo adalah perencanaan pembangunan daerah berdasarkan aspek-aspek pengurangan risiko bencana,” katanya.

Menurut data Pusat Studi Gempa Nasional, wilayah Indonesia memiliki enam sumber gempa subduksi atau penunjaman dengan 16 segmentasi zona megathrust serta 295 sesar aktif.

sumber: Antara|Tempo

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.