Kami sampaikan kabar untuk anda

KPK Soal Aduan Pemprov Papua: Mudah Dipilah Yang Mengada-ada

“KPK Akui Sedang Cermati Dugaan Korupsi Anggaran di Papua”

Juru Bicara KPK Febri Diansyah menyebut mudah membuktikan laporan yang mengada-ada. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Jakarta — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut siapapun bisa melapor ke kepolisian meski hal itu mudah dibuktikan kebenarannya secara hukum. Pihaknya juga akan mendampingi pegawainya yang dilaporkan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Hal itu menanggapi upaya Pemprov Papua yang melaporkan balik dua pegawai KPK yang diduga dianiaya saat datang ke rapat Pemprov Papua, di Hotel Borobudur, Jakarta, belum lama ini.

“Siapapun dapat melaporkan apa yang ia anggap benar, namun secara hukum tentu akan mudah dipilah, mana yang benar dan tidak benar atau mengada-ada,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, lewat keterangan tertulis, Selasa (5/2) melansir dari CNNindonesia.com.

Terlebih, kata dia, institusi negara atau daerah tidak dapat menjadi korban dalam pasal pencemaran nama baik yang diatur dalam UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) atau Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Menurutnya, tindak pidana pencemaran nama baik merupakan delik aduan atau hanya bisa diproses atas laporan orang yang dirugikan.

“Menjadi pertanyaan hukum juga, apakah institusi negara atau daerah dapat menjadi korban dalam artian penerapan pasal pencemaran nama baik seperti yang diatur di UU ITE atau KUHP? Bukankah aturan tersebut merupakan delik aduan?” ujar Febri.

Ia juga memastikan pihaknya akan memberikan pendampingan hukum kepada pegawainya itu.

“KPK memastikan akan memberikan dukungan penuh, termasuk pendampingan hukum terhadap Pegawai KPK yang diserang saat menjalankan tugasnya,” ujar Febri.

“KPK memastikan setiap resiko yang diterima pegawai dalam menjalankan tugasnya, merupakan tanggungjawab KPK secara kelembagaan, baik medis, keamanan ataupun pendampingan hukum,” ia menambahkan.

Terlepas dari itu, Febri percaya kepolisian akan profesional dalam menangani kasus tersebut. KPK juga menghargai apa yang dilakukan oleh Pemprov Papua itu.

Di sisi lain, Febri menyampaikan pimpinan KPK sudah menjenguk salah satu dari dua pegawai KPK bernama Gilang yang menjadi korban penganiayaan di Hotel Borobudur. Ia berkata Gilang belum bisa pulang karena masih butuh perawatan usai menjalani operasi di bagian hidung dan di sekitar mata sebelah kiri.

Febri juga menyampaikan pegawai KPK yang menjadi korban pemukulan sudah menjalani visum dan rekam medis. Nantinya, dua dokumen itu akan menjadi bahan pembuktian atas laporan pihaknya.

“Untuk pertanyaan siapa yang melakukan penganiayaan, tentu akan lebih baik jika kita mempercayakan hal tersebut pada tim Polri yang sudah mulai bekerja,” ujar Febri.

KPK Akui Sedang Cermati Dugaan Korupsi Anggaran di Papua

Febri Diansyah akui KPK  tengah melakukan penyelidikan atas sejumlah dugaan korupsi anggaran negara di Papua.

Menurutnya, KPK akan merilis hasil penyelidikan tersebut sebagai tindak lanjut atas hak publik.

“Kami sampaikan bahwa KPK memang sedang mencermati sejumlah dugaan korupsi terkait proyek dan anggaran di Papua,” ujar Febri

Febri mengatakan sejauh ini KPK belum dapat menyampaikan secara spesifik perihal korupsi apa yang terjadi di Papua berkenaan dengan anggaran negara.

Ia hanya mengatakan penyelidikan tersebut sebagai dukungan KPK agar pembangunan di Papua dapat berjalan dan dinikmati oleh masyarakat.

Lebih lanjut, Febri menyampaikan KPK telah menugaskan Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan untuk melakukan perbaikan dan pencegahan korupsi di Papua sejak beberapa waktu lalu.

Sejauh ini, ia berkata, hasil kerja tim khusus itu dapat dilihat melalui MCP (Monitoring Center for Prevention) Korsupgah pada website korsupgah.kpk.go.id.

Per 11 Januari 2019, Febri menyebut perkembangan pelaksanaan rencana aksi Pemprov Papua adalah 58 persen.

“Upaya KPK melakukan pencegahan di sejumlah daerah ini kami lakukan secara serius dalam kerangka mendukung pembangunan di Papua dengan cara mencegah korupsi di berbagai sektor,” ujarnya.

Di sisi lain, ia menegaskan KPK tidak akan memberi toleransi kepada semua pihak yang terbukti korupsi di Papua. Pihaknya juga mengingatkan agar tidak ada korupsi pada proses penganggaran, pengadaan di Papua.

“Untuk menyelamatkan dan mengurangi dampak kerugian pada masyarakat Papua, maka menjadi kewajiban penegak hukum, termasuk KPK untuk menangani korupsi tersebut,” ujar Febri.

Sementara itu, Febri menyampaikan pimpinan KPK sudah menjenguk salah satu dari dua pegawai KPK bernama Gilang yang menjadi korban penganiayaan di Hotel Borobudur saat rapat anggaran pemerintah provinsi Papua. Ia berkata Gilang belum bisa pulang karena masih butuh perawatan usai menjalani operasi di bagian hidung dan di sekitar mata sebelah kiri.

“KPK memastikan setiap resiko yang diterima pegawai dalam menjalankan tugasnya, merupakan tanggungjawab KPK secara kelembagaan, baik medis, keamanan ataupun pendampingan hukum,” ujarnya.

Febri juga menyampaikan pegawai KPK yang menjadi korban pemukulan sudah melakukan visum dan rekam medis. Nantinya, ia berkata dua dokumen itu akan dijadikan bahan pembuktian atas tindak pidana yang terjadi di Hotel Borobudur.

“Untuk pertanyaan siapa yang melakukan penganiayaan, tentu akan lebih baik jika kita mempercayakan hal tersebut pada tim Polri yang sudah mulai bekerja,” ujar Febri.

Editor: Faisal

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.