Tajam, Dipercaya, Independen

Kecewa Harga Merosot, Petani di Jambi Buang Hasil Panen ke Jalan

Tangkap Gambar Laman Youtube

Detikriau.org — Viral video aksi buang kentang, cabai, sayur kol dan bawang merah ke jalanan oleh para petani di Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Seperti apa faktanya?

Video viral berdurasi 1 menit itu diawali dengan petani yang tampak kesal hingga membuang hasil panen mereka di jalanan. Aksi itu disebut dilakukan pada Sabtu (26/1). Kepala Desa Koto Tengah Sarbutet yang juga berprofesi sebagai petani, membenarkan kejadian itu.

“Harga kentang, cabai merah, sayur kol dan bawang merah sudah sangat murah saat ini. Dan merugikan petani,” kata Sarbutet saat dihubungi detikcom, Minggu (27/1/2019).

Mereka melakukan aksi tersebut di Jalan Raya perbatasan Kerinci-Padang, di Kecamatan Kayu Aro, Jambi. Aksi buang hasil panen itu dilakukan sebagai bentuk protes petani karena harga-harga yang jauh merosot sehingga dinilai merugikan para petani.

Harga kentang yang sebelumnya Rp 5.000-Rp 7.000 per kilo, kini disebut merosot menjadi Rp 3.000 per kilo. Kemudian harga cabai merah yang sebelumnya Rp 20 ribu per kilo, kini disebut menjadi Rp 6 ribu per kilo.

Selanjutnya untuk harga sayur kol yang sebelumnya Rp 1.500-2.000 per kilo, kini menjadi Rp 600 per kilonya. Sementara bawang merah yang sebelumnya per kilo 13.000-15.000, kini merosot jadi Rp 7 ribu per kilonya. Harga ini turun disebut karena hasil tani yang melimpah.

“Kita tahu kalau bahan-bahan tani sudah pada melimpah, memang harga murah. Tetapi tidak semurah saat ini, sekarang murahnya jauh betul sehingga merugikan petani sekali. Apalagi rata-rata penduduk Kerinci mayoritasnya petani, yang mengandalkan kebutuhan hidup mereka dengan cara bertani,” ujar Sarbutet.

“Kalau begini kan jadi merugikan para petani. Harganya bisa jauh merosot seperti itu. Jangankan untuk dapat untung, untuk balik modal saja susah. Apalagi untuk kebutuhan pupuknya segala macamnya untuk modal tanam awal, tidak seimbang dengan harga panen. Jadi ruginya bisa sampai puluhan juta,” lanjutnya.

Sarbutet berharap pemerintah dapat segera mencari solusi terbaik bagi para petani agar tidak merugi saat ini. Anjloknya harga tani itu disebut sudah dirasakan petani sejak 6 bulan terakhir, namun kini para petani melampiaskan kekesalan mereka dengan cara membuang hasil panen mereka ke jalanan sebagai bentuk protes.

Sumber: detikcom

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.