Tajam, Dipercaya, Independen

Terancam Longsor, 19 KK di Gunungwangun Mengungsi

Jalan Amblas Sebuah mobil angkot melintas di jalan raya Leuwidamar yang longsor di Kec Cimarga, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Senin (23/1). Jalan tersebut longsor akibat hujan deras sehingga mobil yang melewati jalan tersebut harus berhati-hati. (FOTO ANTARA/Zabur Karuru)

LebakANTARA News kabarkan, sebanyak 19 kepala keluarga terdiri atas 71 jiwa, warga Desa Gunungwangun, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak mengungsi ke tempat aman akibat rumah mereka terancam bencana longsor dan pergerakan tanah, kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Kaprawi.

“Kami terpaksa perintahkan warga mengungsi guna mencegah hal-hal yang membahayakan jiwa karena ada potensi longsoran sehubungan curah hujan di daerah itu cenderung meningkat,” katanya di Lebak, Sabtu.

Masyarakat yang terdampak potensi bencana longsor itu lokasinya berada di perbukitan dan pegunungan.

Ia menjelaskan, dari 71 orang itu,  41 di antaranya mengungsi ke rumah kerabat dan 30 orang ditampung di pengungsian yang didirikan BPBD.

BPBD juga mendirikan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami minta warga tetap waspada potensi bencana longsoran dan pergerakan tanah itu,” ujarnya.

Menurut dia, ancaman longsoran dan pergerakan tanah juga dialami masyarakat Kampung Gunung Bongkok Desa Gunungwangun sebanyak 23 KK dengan 74 jiwa terdiri dari 38 laki-laki dan 36 perempuan.

Namun, mereka tidak mengungsi karena masih dirasakan aman dari ancaman longsoran tanah.

Meski demikian, BPBD meminta warga meningkatkan waspada ancaman bencana alam itu.

“Kami berharap warga dapat mematuhi perintah BPBD, karena lokasinya perbatasan dengan bencana longsor Cisolok, Sukabumi,” ujarnya.

Ia mengatakan, saat ini juga terdapat kerusakan akibat longsor dan pergerakan tanah yakni amblas jalan poros desa di Kampung Gunung Bongkok sepanjang 30 meter.

Selain itu terjadi longsoran tanah di jalan poros desa tersebut sepanjang 41 meter dengan tinggi 4 meter.

Begitu juga longsor badan jalan di Kampung Bojong sepanjang 12 meter dan tinggi 1,5 meter.

“Kami siaga potensi bencana alam itu dengan menyiapkan peralatan evakuasi dan logistik,” katanya.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.