Kami sampaikan kabar untuk anda

Ini Peran 11 Tersangka Kasus Pengaturan Skor Sepak Bola

Kabiro Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo
Foto: Arif Satrio Nugroho/Republika

JAKARTA republika.co.id mengabarkan, hingga saat ini, Polri telah menetapkan 11 orang tersangka dalam kasus pengaturan skor pertandingan sepak bola di Indonesia. 11 tersangka terdiri dari unsur PSSI hingga perangkat pertandingan.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, pihak kepolisian menerima 338 laporan terkait dugaan pengaturan skor. Sebanyak 73 di antaranya sudah ditindaklanjuti sebanyak 73 laporan dan dikerucutkan menjadi empat perkara laporan yang sudah ditingkatkan ke taraf penyidikan.

Laporan polisi pertama dibuat mantan Manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indriyani. Ditetapkan enam tersangka terkait pertandingan di Liga 3, antara Persibara Banjarnegara dengan PS Pasuruan. “Sekarang enam tersangka tersebut sudah ditahan,” ujarnya di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (16/1).

Tersangka anggota Komisi Eksekutif PSS Johar Lin Eng berperan mengatur perangkat pertandingan antara tersebut. Kemudian, Komisi Disiplin PSSI Dwi Irianto alias Mbah Putih berperan mengarahkan pertandingan agar dimenangkan Persibara Banjarnegara. Koordinator wasit berinisial ML kemudian menunjuk perangkat pertandingan tersebut.

Tersangka berikutnya, bekas Komisi Wasit Priyanto alias Mbah Pri dan anaknya Anik yang berprofesi wasit untuk membujuk manajer Persibara. Lalu, Wasit Nurul Safarid memimpin pertandingan yang akhirnya dimenangkan Persibara 2 – 0 tersebut.

Selanjutnya, seluruh perangkat pertandingan ditetapkan tersangka. Ada empat tersangka yang ditetapkan, yakni CH (wasit cadangan), DS (pengawas pertandingan), P (asisten wasit 1), dan MR (asisten wasit 2) ditetapkan tersangka.

Laporan kedua adalah terkait proses promosi PS Mojokerto Putra dari Liga 3 ke Liga 2. Dalam kasus ini, bekas manajer PS Mojokerto Putra, Vigit Waluyo ditetapkan tersangka karena mengirim uang dengan total Rp 115 juta pada tersangka Dwi Irianto alias Mbah Putih.

“Ini laporan model A (tanpa pealpor), yang merupakan hasil temuan satgas dari pemeriksaan tersangka terdahulu,” kata Dedi menjelaskan.

Sementara Laporan Ketiga terkait masalah pertandingan Piala Suratin Oktober 2009 yang melibatkan Staf Ketua Umum PSSI saat ini, Iwan Budianto (IB). Dedi menyebut, sudah ada bukti transfer pelapor atas nama Imron Fatah. Sedangkan Iwan Budianto dan kawan kawan menjadi terlapor.

Dalam perkara ini, terlapor diduga menerima uang sebanyak Rp 140 juta terkait penyelenggaraan Piala Suratin di Jawa Timur pada tahun 2009 lalu. Namun, kata Dedi belum ada tersangka dalam kasus ini. “IB masih sebagai terlapor,” ucapnya.

Sedangkan perkara keempat dilaporkan oleh Januar Hermanto. Pelaporan ini terkait pertandingan antar PSS Sleman dan Madura yang melibatkan anggota Komisi Eksekutif PSSI berinisial H. Namun, dalam kasus ini belum ditetapkan tersangka.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.