Tajam, Dipercaya, Independen

Bisnis Rumahan Modal Kecil. Beternak Kelinci Bisa jadi Peluang Menjanjikan

foto: arsip/ detikriau.org

Detikriau.org – Tertarik menjajal usaha ternak baru dan berbeda dengan modal kecil? Kenapa tidak coba peluang usaha ternak kelinci. Hewan ternak satu ini terbilang potensial, dan sangat mungkin untuk dikembangkan pada lahan terbatas, bahkan di pekarangan rumah sekalipun. Ini dapat menjadi peluang bisnis rumahan atau usaha sampingan dengan modal usaha kecil namun menguntungkan.

Beternak kelinci tidaklah sulit. Asalkan kebersihan kandang terjaga dengan baik dan pemberian pakan dalam jumlah mencukupi, hewan pengerat ini akan berkembang dengan pesat. Disamping banyak dipelihara sebagai hewan hias, daging kelinci yang gurih dan lezat kini semakin banyak digemari.

Diusia 5 bulan, kelinci betina sudah mulai bisa berproduksi dengan baik dengan jumlah anakan 4-12 ekor dalam satu kali proses kelahiran.

Dalam setahun, kelinci betina bisa berproduksi lima hingga enam kali karena hewan ternak satu ini memiliki rahim ganda. Namun untuk menjaga kesehatan indukan, sebaiknya tidak terlalu dipaksa. Empat kali produksi sudah mencukupi. Proses kehamilan kelinci hingga melahirkan memerlukan waktu 29 – 32 hari.

Cara Beternak Kelinci

1.  Persiapan kandang kelinci

Kandang adalah syarat utama dalam dunia usaha peternakan, Sebelum kita membuat kandang, Hal utama yang perlu diperhatikan adalah lokasi.

Lokasi tempat pembuatan kandang harus jauh dari keramaian, Bebas dari asap atau polusi udara, memiliki sirkulasi udara yang baik, serta terkena sinar matahari secara langsung. Sedangkan suhu udara yang ideal untuk ternak kelinci sekitar 21 derajat celcius.

Untuk ukuran kandang bisa disesuaikan dengan padatnya bibit, Misalnya untuk ukuran 200 x 70 x 70 cm, cukup untuk diisi 12 ekor kelinci betina, Atau 10 ekor untuk kelinci jantan. Atau bisa juga dikandangakan persatuan dengan ukuran 40x70x70. Untuk kandang kelinci betina langsung disediakan kotakan sebagai tempat melahirkan anak.

Kandang bisa dibuat menggunakan material seperti bambu,kayu, kawat atau besi. Penempatan kandang harus terhindar dari binatang predator lain, Seperti tikus, kucing atau anjing.

2. Pemilihan bibit

Contoh kandang indukan. Foto: Arsip detikriau.org

Pilihlah bibit yang berkualitas agar dapat melahirkan banyak anak, Jangan lupa pilih bibit yang masih muda serta produktif.

Ciri-ciri bibit yang mempunyai kualitas bagus adalah;

– Bibit tidak cacat fisik
– Tidak nervous dan bulunya halus
– Warna tidak kusam
– Lincah dan aktif bergerak
– Serta mata bersih dan terawat.

Catatan: Jika memungkinkan, carilah bibit dari peternak setempat. biasanya kelinci hasil ternakan lokal sudah adaktif dengan lingkungan dan relatif lebih tahan penyakit dan tidak mudah stres.

Butuh bibit kelinci ternakan lokal Tembilahan ?. kontak ke nomor ini: Hanya pesan WA: 0822 6823 1086

3. Pemberian pakan

Pakan kelinci di habitat aslinya berupa rerumputan serta sayur-sayuran seperti; Wortel, kangkung, atau hijauan lainya, Tapi jika kita budidaya kelinci bisa kita berikan makanan campuran berupa pelet khusus kelinci.

Pemberian pakan berupa pelet bertujuan untuk mempercepat pertumbuhan, dan pembetukan daging. Makanan bisa diberikan 2 kali sehari pagi dan sore, Dengan cara pagi kita berikan pelet, dan sore harinya kita berikan sayuran, atau sebaliknya, Jangan lupa selalu sediakan air minumnya.

Untuk kota Tembilahan, harga pellet khusus kelinci relatif mahal. Harga eceran berkisar Rp 20 ribu – Rp 22 ribu perkilo. Tingginya harga pakan pellet ini tentu akan memperbesar biaya produksi.

Untuk menghemat, pellet bisa dibuat sendiri. Campuran konsentrat dan ampas tahu dengan perbandingan 1:2, berdasarkan pengalaman penulis mampu memenuhi nutrisi kelinci. Saat ini harga konsentrat Rp 8 ribu perkilo sedangkan ampas tahu hanya dikisaran Rp 1000 per kilo. Artinya untuk biaya pakan pengganti pellet hanya membutuhkan biaya kurang lebih Rp 3.300 per kilo.

4. Masa reproduksi (kembang biak)

Anakan kelinci anggora lokal usia 2 bulan. Foto: arsip detikriau.org

Setelah kelinci betina berusia 4-6 bulan dan kelinci jantan berusia 6-8 bulan, Kelinci sudah siap dikawinkan. Kelinci memasuki masa paling produktif ketika berumur diatas 1 tahun.

Jangan memaksakan kelinci kawin di usia muda , Karena akan merusak pertumbuhanya yaitu kelinci jantan biasanya akan berubah menjadi kerdil, Bahkan bisa mengakibatkan gagal hamil untuk kelinci betina.

Tanda-tanda kelinci betina mengalami birahi atau siap kawin adalah; Sering berlaku aneh yaitu menggosok-gosokkan dagunya pada bagian kandang, Sikapnya terlihat gelisah, nafsu makanya berkurang, kemaluanya terlihat bengkak serta berwarna merah.

– Proses mengawinkan kelinci

Mengawinkan kelinci ternyata harus ada ritualnya yaitu; Kelinci betina kita pindahkan kekandang kelinci jantan, jangan sampai terbalik ya, cara ini bertujuan supaya kelinci jantan lebih percaya diri.

Setelah kelinci betina sudah berada dalam kandang kelinci jantan, tunggu beberapa saat, biarkan kelinci bercumbu, dan melakukan perkawinan.

Setelah kelinci terlihat melakukan perkawinan pertama, angkat/pisahkan kelinci betina untuk istirahat selama 15 menit, kemudian masukkan lagi kelinci betina kekandang kelinci jantan, sampai kelinci betina sudah tidak mau dikawinkan lagi. Berarti proses perkawinan sudah selesai, dan kembalikan kelinci betina kekandangnya.

– Masa kehamilan

Setelah kita tahu cara mengawinkan kelinci, selanjutnya adalah cara mengetahui kehamilan kelinci. Seekor kelinci dapat kita ketahui positif hamil atau tidaknya adalah, perutnya mulai terlihat besar dan nafsu makan semakin meningkat.

Untuk memastikan bahwa kelinci sedang hamil yaitu, sekitar 2 minggu setelah proses perkawinan, kita bisa meraba perut kelinci betina, apabila terasa ada benjolan kecil dalam perutnya, berarti kelinci postif hamil.

Jika kita sudah mengetahui bahwa kelinci sedang hamil, kita harus menambah porsi makannya, tujuanya agar asupan makanan bayi kelinci dalam perut bisa terpenuhi.

Jangan lupa selalu menjaga kebersihan kandang, agar kelinci yang sedang hamil terhindar dari segala penyakit. Setelah memasuki usia kehamilan 3 ke 4 minggu, sebaiknya kita siapkan kandang kotak berukuran 60 x 30 x 15 cm.

Kandang kita beri alas dengan rumput kering atau kain bekas untuk proses melahirkan serta menyusui anakan.

Idealnya usia kehamilan kelinci adalah 29-32 hari dan akan melahirkan, yang bisa ditandai dengan kelinci terlihat mulai membuat sarang, Yaitu dengan mengumpulkan benda-benda yang ada disekitarnya, rermasuk mencabuti bulunya sendiri.

– Menjaga dan merawat anak kelinci

Anakan kelinci usia 1 hari. Foto: Arsip detikriau.org

Jika kelinci telah melahirkan, tugas selanjutnya adalah merawat serta menjaga anakan. Anak kelinci yang baru lahir biasanya tidak memiliki bulu, dengan mata terpejam dan asupan makananya adalah susu dari induknya.

Jika jumlah anak kelinci terlalu banyak, kita bisa menitipkan anaknya pada indukan lain agar disusui. Anak kelinci yang masih kecil harus berada pada tempat yang nyaman, dan selalu hangat.

Untuk memberikan makanan kelinci sebagai asupan gizi untuk anaknya jangan sampai telat, agar anak kelinci cepat tumbuh dan tetap sehat.

Kelinci potong bisa dipanen dan dipasarkan sekitar umur 3-4 bulan, langsung dijual pada pengepul atau ke restoran yang membuat olahan dari kelinci. Jika dikota kita belum tersedia rumah makan yang mneyediakan hewan kelinci, tentu ini juga akan menjadi peluang bisnis yang menarik. Daging kelinci sangat lezat, dengan tekstur daging yang lembut dan empuk.

Sumber: beternakkelinci.id    Editor: Amrul

Iklan

Tagged as: , , ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.