Tajam, Dipercaya, Independen

Kapolres Inhil Pastikan Akan Bersikap Profesional Jika Ada Indikasi Anggotanya yang Terlibat dugaan kematian “tidak wajar” Erizun

Kapolres Inhil AKBP Christian Rony Putra SIK MH saat kunjungannya ke Kelurahan Teluk Pinang. senin (22/10). Foto: riaupotenza.com

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Kepolisian Polres Indragiri Hilir, AKBP Christian Rony Putra SIK MH pastikan akan bersikap netral dan bertindak seadil-adilnya jika memang terbukti ada indikasi anggotanya yang terlibat atas kasus dugaan kematian “tidak wajar” warga Kelurahan Teluk Pinang, Erizun (31).

Menurut Kapolres, terlepas adanya isu bahwa korban selama ini disinyalir suka mabuk-mabukan dan membuat onar tetapi ianya adalah warga negara, masyarakat Inhil yang harus dilindungi, dilayani dan diayomi.

“Apabila memang ada indikasi anggota saya (anggota Polsek) terlibat, saya akan proses dan saya akan bersikap netral dengan seadil adilnya,” Ujar kapolres memberikan komfirmasi saat kunjungan ke Teluk Pinang, senin (22/10) dilansir dari riaupotenza.com

“kejadian ini memang saya dapat laporan dari Kapolsek, makanya saya datang kesini bersama rombongan untuk membicarakan bersama tokoh masyarakat serta pihak keluarga,” Katanya

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga menyampaikan ucapan duka-cita kepada pihak Keluarga korban.

Sementara itu, paman korban, Ruslan dimintai komfirmasi detikriau.org melalui sambungan selularnya menegaskan bahwa seluruh proses penyelidikan dan sanksi hukum jika memang ada ditemukan tindakan pelanggaran hukum atas kematian Alm Erizun, seluruhnya dipercayakan kepada pihak kepolisian.

“Kami percayakan seluruh proses penanganannya kepada Kapolres,” Jawab Ruslan kepada detikriau.org, selasa (23/10)

Sebelumnya, berdasarkan keterangan pihak kepolisian Polres Inhil melalui rilis pesan WhatsApp, jasad kaku Erizun, warga Jl. Merdeka Lr. Prepat, RT 09 Kelurahan Teluk Pinang pertamakali ditemukan oleh saksi Agus Salim (19), sabtu (20/10) sekira pukul 14.30 Wib.

Diterangkan dalam rilisnya, bahwa setelah didapatnya laporan, sekira pukul 14.45 Wib, personil Polsek GAS yang dipimpin Ipda Piyatno beserta pegawai kesehatan Puskesmas Teluk Pinang langsung menuju TKP.

Jasad korban kemudian dievakuasi ke Puskesmas setempat.” Hasil pemeriksaan dr Yayan Yulianto, ditubuh mayat tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” rilis polres inhil

Anehnya, kepada detikriau.org, dr Yayan Yulianto membantah telah memberikan pendapat hasil visum tekait kematian Erizun.

Dalam penjelasannya, dr Yayan menyampaikan bahwa tindakan visum baru bisa dilakukan jika ada surat permintaan. Sementara surat itu diakuinya baru diterima pada, Ahad (21/10), satu hari setelah keluarnya rilis dari pihak kepolisian pada sabtu (20/10)

“Saya tidak pernah mengeluarkan hasil visum apa-apa sebelum hari ini. Kami mengeluarkan hasil visum jika ada surat permintaan visum. Bagaimana saya bisa mengeluarkan hasil jika surat permintaan saja baru tadi saya terima,”Sampaikan dr Yayan Yulianto kepada detikriau.org melalui pesan whatsApp, ahad (21/10) malam

Ditambahkan dr Yayan, dari hasil visum yang telah dilakukan, ia menyebut menemukan ada luka terbuka dengan pinggir tumpul pada tubuh korban. “Kesan akibat kekerasan tumpul.”katanya.

Sore harinya setelah ditemukannya jasad Erizun, puluhan keluarga korban mendatangi Mapolsek setempat. Mereka menuntut pihak kepolisian untuk memberikan izin mendapatkan hasil visum terkait kematian keluarga mereka.

Paman korban, Ruslan kepada detikriau.org melalui sambungan selular menyebutkan tidak ingin menduga-duga penyebab kematian Erizun. “jawabannya mungkin di hasil visum, makanya kita ingin melihat,”ujarnya saat itu.

Ruslan menjelaskan, kamis (18/10), dua hari sebelum ponakannya ditemukan dalam keadaan tak bernyawa tergantung di pohon kelapa, sabtu (20/10), korban menurutnya didapati dalam kondisi “mabuk”. Saat itu, beberapa orang yang mencoba mengamankan, namun tak mampu. “waktu itu kami mendapat kabar bahwa Ayi (panggilan akrab korban) sempat berkelahi dan dipukul dibagian kepala oleh petugas,” katanya

Ruslan menduga mungkin saja korban memang nekad menghabisi nyawanya disebabkan beberapa pertimbangan dalam kondisi kalut, namun dugaan ini belum diyakini pihak keluarga secara penuh.

“Ada beberapa hal yang kami lihat ada kejanggalan. Tapi tak perlulah saya ungkap.”ujarnya

“malam ini surat izin itu barusan sudah keluar, nantilah gimana kelanjutannya.” Akhirinya.

Penulis: faisal

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.