Tajam, Dipercaya, Independen

Hadapi Masalah Ketidakseimbangan Aset, Jiwasraya Belum Mampu Bayarkan Klaim Polis Sebesar Rp 802 miliar

(Foto: KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Jakarta — PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memutuskan untuk membayarkan bunga sebesar Rp. 96,58 miliar atas 1.286 polis asuransi yang jatuh tempo. Pembayaran bunga tersebut disodorkan lantaran perseroan belum menyanggupi pembayaran klaim polis jatuh tempo sebesar Rp. 802 miliar.

dilansir dari laman CNN Indonesia, Untuk pemegang polis yang melakukan roll over atau perpanjangan masa jatuh tempo polis, perseroan menawarkan bunga dibayar di muka sebesar 7 persen. Sementara, nasabah yang tak bersedia roll over akan diberikan bunga pengembangan 5,75 persen sesuai janji kepada bank mitra dalam surat tertanggal 10 Oktober 2018.

“Kami bertahap bayar bunganya dulu. Nanti pokoknya bayar bertahap. Sumber (dana) sedang kami upayakan ya, belum bisa saya jelaskan jalurnya. Ini kan masih mencari beberapa alternatif. Bahwa Jiwasraya berkomitmen membayar bunga dulu,” imbuh Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam, Senin (15/10).

Ia berjanji penyelesaian penundaan pembayaran klaim akan dilakukan dalam tenggang waktu yang tidak terlalu lama. Seluruh kewajiban akan dibayarkan secara bertahap, dimulai dari bunga. Lalu, pokok.

“Kami juga intensif berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk mencari solusi yang untuk penyelesaian masalah itu. Kedepan, manajemen akan mengambil langkah hati-hati dan menerapkan manajemen risiko yang lebih baik lagi,” terang dia.

Diketahui, Jiwasraya menjual produk asuransi berbasis investasi melalui kerja sama perbankan (bancassurance) lewat 11 bank mitra. Produk itu merupakan layanan wealth management bagi bank mitra Jiwasraya karena merupakan produk asuransi single premi.

“Kami belum bisa memberikan gambaran utuh. Saat ini, kami sedang diaudit oleh BPK dan BPKP. Pada saatnya kalau hasilnya ada akan dirilis. Sementara, masih dalam proses audit investigasi,” tandasnya.

Masalah yang Membelit Jiwasraya

 

OJK Ingatkan Direksi Jiwasraya Hati-hati Investasi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan direksi PT Asuransi Jiwasraya untuk melakukan kehati-hatian dalam melakukan investasi. Saat ini, Jiwasraya tengah menghadapi masalah ketidakseimbangan aset dan kewajiban hingga berakibat penundaan pembayaran klaim jatuh tempo sebesar Rp802 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) menjelaskan missmacth, dapat terjadi dalam pengelolaan investasi perusahaan asuransi. Untuk itu, OJK mengingatkan direksi Jiwasraya untuk memperhatikan tata kelola, manajemen risiko, melakukan kehati-hatian dalam investasi.

“Jiwasraya harus senantiasa berkoordinasi dan melaporkan (progres penundaan pembayaran klaim) kepada regulator (OJK) dan pemegang sahamm” ujar Riswinandi dalam keterangan resmi, Senin (15/10).

Riswinandi pun memastikan pihaknya akan terus memonitor kesepakatan yang telah dicapai antara Jiwasraya dengan pemegang polis. Dengan demikian, masing-masing pihak memiliki kejelasan mengenai kewajiban yang jatuh tempo, dengan berbagai opsi yang dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak.

Editor: Am

Sumber: CNN Indonesia

Iklan

Tagged as:

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.