Tajam, Dipercaya, Independen

Dua Ruang Kerja Anggota DPR RI Ditembak

Gedung DPR RI (Foto: Internet)

Jakarta — Dua ruangan kerja anggota DPR di Nusantara 1 ditembak orang tak dikenal. Informasi yang diperoleh dua tembakan ini menyasar ruangan Weny Warouw anggota Fraksi Gerindra di lantai 16 dan Bambang Heri Purnomo anggota Fraksi Golkar di lantai 13.  

Waktu penembakan ini berlaku hanya selang beberapa menit saja. Adalah pukul 14.30 WIB tembakan terjadi di ruang Wenny Warouw dan pukul 14.38 WIB tembakan kedua mengenai ruangan Bambang Heri Purnomo.

“Ruang Bapak sekitar pukul 14.30 WIB,” ujar salah satu Tenaga Ahli Wenny Warouw.

Hasil Olah TKP: Sementara Arah Peluru Sejajar Arah Lapangan Tembak

Direktorat Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Metro Jaya Pimpin olah TKP peluru nyasar di dua ruangan Anggota DPR RI.

Direktur Krimum PMJ, Nico Afinta menjelaskan dari olah TKP, didapati dua proyektil peluru di dua ruangan yang berada di lantai 13 dan lantai 16 yang menembus kaca ruangan.

Kejadian tersebut, kata Nico berasal dari peluru nyasar dari latihan menembak di latihan tembak yang dipakai berlatih diantara pukul 13.00-15.00 WIB.

“Di dalam ruangan memang ada lubang kaca. Sedang dilakukan pendataan jarak lubang peluru dengan pentalannya, sementara arah peluru berasal dari sejajar arah lapangan tembak,” jelasnya saat memberikan keterangan pers di Media Center DPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (15/10).

Untuk mengetahui kepastian jenis senjata yang diapakai, Nico bersama tim pun membawa proyektil ke Laboratorium Forensik untuk diteliti.

Polri: Peluru Nyasar Di DPR Dari Latihan Anggota Perbakin

Peluru nyasar di dua ruangan anggota DPR RI diidentifikasi berasal dari senjata api milik anggota Persatuan Menembak dan Berburu Indonesia (Perbakin) yang tengah latihan tidak jauh dari gerung DPR, yaitu di Lapangan Tembak, Senayan, Jakarta.

“TKP sudah diolah. Patut diduga terjadi peluru nyasar yang nyasar ke lantai 13 dan lantai 16 Gedung DPR,” kata Setyo Wasisto

Dia menjelaskan bahwa peluru tersebut berasal dari senjata jenis kaliber 9 milimeter yang dipakai anggota Perbakin yang tengah latihan menembak.

Perbakin Beri Sanksi Anggota Jika Terbukti Lalai Tembak Gedung DPR

Sementara itu, Ketua Perbakin DKI Jakarta, Irjen Pol Setyo Wasisto memastikan tembakan yang menyasar ke ruang kerja anggota DPR Weny Waraow dan Bambang Heri Purnomo diduga dilakukan oleh anggota Perbakin dari Tangerang Selatan berinisial I dengan pistol kaliber 9 mili.

“Jenis senjatanya kaliber 9 mili, tentang apakah dia sudah lama atau tidak nanti akan didalami oleh penyidik,” kata Setyo di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (15/10).

Setyo menyatakan pihaknya belum memberikan sanksi untuk anggota berinisial I tersebut. Menurutnya jika benar terbukti ada kelalaian dalam melakukan latihan menembak, maka ada aturan dalam AD/ART Perbakin yang akan dihadapi .

“Nanti ada aturannya. Yang mengatur bagaimana anggota yang melakukan kesalahan. Kalau dia sengaja bagaimana kalau tidak bagaimana,” ujarnya.

Terkait dengan kasus peluru nyasar, Setyo menyampaikan pihaknya bakal meminta keterangan ahli guna menjelaskan kekuatan peluru hingga mencapai lantai 16 gedung DPR. Namun yang pasti, tutur Kadiv Humas Polri ini, selama jarak jangkau sempurna bisa saja.

“Kalau jarak jangkaunya sempurna masih bisa. Nanti pak Nico (Direskrimum Polda Metro) akan panggil ahli ya untuk minta keterangan ahli. Dari Perbakin juga kita berikan ahli,” demikian ujar Setyo.

Sumber: rmol.co

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.