Hal yang Dilakukan Jika Akun Facebook Jadi Korban Peretasan

Posted on

Ilustrasi peretasan akun Facebook. (Foto: REUTERS/Dado Ruvic)

Jakarta, — Facebook menyebut ada 50 juta akun menjadi korban peretasan pada Jumat (28/9). Meskipun Facebook memastikan tidak ada informasi sensitif seperti kata kunci (password) hingga informasi kartu kredit yang berpindah tangan, namun kabar ini bisa berpotensi menurunkan kepercayaan pengguna.

Untuk memastikan apakah akun Anda menjadi salah satu dari 50 juta yang diretas, ketahui hal-hal yang perlu dilakukan seperti yang dilansir laman CNN Indonesia di bawah ini.

Cek apakah akun kena retas
Langkah pertama, Anda bisa keluar (log out) terlebih dahulu dari akun untuk kemudian masuk (log in) kembali menggunakan kata kunci (password) yang biasa dipakai. Jika ada keterangan di bagian atas laman Facebook mengenai ‘pembaruan keamanan’, Anda akan diarahkan ke tautan mengenenai informasi peretasan lebih rinci.

Sama halnya dengan kasus kebocoran data yang melibatkan Cambridge Analytica, Facebook menyarankan pengguna untuk keluar dari akun mereka sebagai langkah ‘antisipasi’. Dengan cara ini, Facebook menyebut akses token digital akan otomatis direset.

Ganti kata kunci
Dilaporkan CNN, seorang ahli keamanan siber mengatakan pengguna perlu mengganti kata kunci secara berkala sebagai langkah yang harus dilakukan agar terhindar dari peretasan.

Selain itu, pengguna juga bisa mengaktifkan fitur otentifikasi dua-faktor (two-factor authentication). Pengguna nantinya diminta memasukkan kode yang dikirim lewat SMS atau aplikasi otentifikasi dan dimasukkan saat hendak masuk ke akun mereka.

Keluar dari semua perangkat
Setelah mengganti kata kunci (password), Facebook akan memberikan notifikasi berapa banyak perangkat yang dipakai untuk membuka satu akun. Pengguna cukup memilih ‘keluar dari perangkat ini’.

Untuk memastikan akses akun Anda sudah tak terhubung dengan perangkat tertentu, pengaturan ini bisa diakses melalui laman ‘security and log in’.

Akses ke aplikasi lain
Facebook mengatakan akun yang berpotensi terimbas akan memutus akses dengan aplikasi Instagram dan Oculus. Namun Facebook tak dapat memastikan apakan hal ini juga turut berimbas pada pengguna WhatsApp.

Sementara itu, Facebook mengatakan tak ada tanda kalau akses pengguna ke layanan pihak ketiga turut terkena imbas. Kevin Mitnick, mantan peretas menganjurkan pengguna menggunakan kata kunci yang tergolong rumit, misalnya yang terdiri dari 25 karakter atau menggunakan kombinasi dari aplikasi 1Password atau KeePass.

Tingkatkan keamanan data
Pengguna Facebook sebaikny mengaktifkan fitur notifikasi jika ada aktivitas yang mencurigakan. Pengguna bisa mengaktifkan fitur ‘extra security’ yang ada di opsi pengaturan>security and login.

Jika nantinya ada aktivitas mencurigakan terhadap akun Anda, Facebook akan mengirimkan surel untuk memastikan adanya perangkat atau akses tak lazim.

Hapus data lama
Untuk memastikan tak ada tangan jahil menggunakan foto, video, unggahan, dan pesan yang sudah lama, pastikan Anda.(wan)

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.