Kami sampaikan kabar untuk anda

Manusia Cabai dari Bali, Dalam Sehari Bisa Habiskan 3 Kg Cabai Tanpa dicampur Nasi.

Detikriau.org – Siapa sih yang tidak kenal dengan cabai? Tumbuhan anggota genus Capsicum, buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu. Buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan. Memakan buah cabai ada sensasi lidah panas dan seperti terbakar sehingga tidak semua orang suka mengkonsumsinya apalagi dalam jumlah banyak sekaligus. Namun ternyata rasa pedas cabai tidak berpengaruh terhadap Putu Surtawan asal Yadnya Kerti, Desa Ularan, Kecamatan Seririt, Buleleng, Bali. Setiap hari Bli Putu bisa menghabiskan 3 kilogram cabe, dan ia gado begitu saja tanpa dicampur nasi.

Dilansir melalui kejadiananeh.com, bakat unik kebal akan rasa pedas ini Putu alami sejak masih berusia 8 tahun. Terlahir di keluarga petani, sejak kecill Putu sering menemani orangtuanya ke kebun, hingga dirinya tergiur memakan cabe rawit karna warnanya begitu menggoda. Awalnya Cuma makan sedikit tapi lama-lama cabe kebun orangtuanya dilalap habis. Tak jarang Putu dimarahi orangtuanya karna memakan cabai yang seharusnya dijual.

Seiring usianya bertambah dewasa, jatah cemilan cabe rawit pedas Putu semakin bertambah. Dalam sehari ia bisa menghabiskan 3 kilogram cabe. Kalau tak ada lauk pauk tidak masalah bagi putu, ia bisa makan nasi dilalap cabe. Gara-gara hal inilah Putu terkadang berutang di warung terutama ketika harga cabe sedang melonjak tinggi. Maklum pekerjaan Putu hanya sebagai satpam (security) saja.

Untungnya para pemilik warung tidak mempermasalahkan karena mereka tau cabe bagaikan makanan pokok untuknya. Dan gara-gara maniak cabe-cabean inilah Putu akhirnya sering ikut berbagai atraksi ekstrim di Bali. Dirinya sering tampil meskipun mendapatkan bayaran suka rela dari masyarakat. Ya lumayanlah buat beli belanja cabai, imbuh Putu.

Kegilaan Putu akan cabai tidak berhenti sampai disini saja. Bukan hanya dimakan tapi cabei sering dijadikan luluran sampai masker wajahnya. Kebayang dong betapa pedasnya? Lagi-lagi Putu tidak merasakan sakit sedikitpun, bahkan ia pernah meneteskan air cabai dimatanya tetap tidak merasakan pedas ataupun sakit.

Memiliki kemampuan aneh makan cabai sebanyak apapun tanpa takut kepedesan. Apakah hal tersebut berimbas pada kesehatan Putu si Manusia Cabai? Putu pernah memeriksakan kesehatannya ke Dokter, dan Dokter mengatakan kalau tubuh Putu sehat, sistem pencernaannya tidak mengalami gangguan, infeksi apapun.

Putu juga menceritakan kalau dirinya sangat jarang terkena penyakit ringan seperti flu, batuk dan masuk angin. Mungkin ini karna kebiasannya memakan cabai, justru jika tidak makan cabai sehari Putu merasakan tubunya aneh dan tidak nyaman.

Bakat aneh manusia cabe ini bukanlah faktor keturunan dari kakek atau bapaknya, apalagi sampai belajar ilmu-ilmu ghaib. Ke empat anak Putu Surtawan pun tak ada yang menyukai pedas. Dirumah hanya dia sendiri saja yang menikmati cabe tanpa ada yang mengganggu.

Pembaca dapat mengirimkan komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan detikriau.org dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim. Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. detikriau.org berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.