Tajam, Dipercaya, Independent

Heboh Jerambah Rusak di Teluk Kiambang. Kades: Kami Harus Kedepankan Skala Prioritas

Foto: Jembatan rusak di Inhil (chaidir/detikcom)

Tembilahan, detikriau.org – Kepala Desa Teluk Kiambang Kecamatan Tempuling Kabupaten Indragiri Hilir tidak menampik keberadaan jerambah kayu dalam kondisi memprihatinkan diwilayah kepemimpinannya. Hanya saja menurutnya, perbaikan jerambah dilokasi itu tidak memungkinkan karena rawan longsor. Sebagai gantinya, sudah dibangun jembatan baru dengan konstruksi beton.

“Sekitar 300 meter dari lokasi itu terdapat jembatan yang jauh lebih besar dan bagus. Pembangunannya saja menggunakan konstruksi beton,”kata Sarbuni menjawab komfirmasi media

Menurut Sarbuni, beberapa alasan tidak dibangunnya jembatan baru disekitar lokasi awal diantaranya disebabkan lokasi itu rawan longsor serta memang tidak banyak penduduk yang menggunakannya.

“Hanya beberapa yang memanfaatkannya. Itupun dijadikan sebatas jalan pintas,”Imbuhnya

Sebelumnya, dijelaskan kembali oleh Sarbuni, Pemdes memang sudah pernah mencoba mengusulkan perbaikan jerambah kayu itu kepada pemerintah setempat. Perhitungan konsultan, biaya yang dibutuhakn relatif besar.

Apalagi dalam beberapa tahun ini Sarbuni mengaku mengetahui kerap adanya pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat.

Berdasarkan hasil kesepatakan, lanjut Sarbuni, Pemdes Teluk Kiambang menyimpulkan pembangunan jerambah itu bukanlah kebutuhan yang mendesak. Mengingat, tidak banyak masyarakat yang memanfaatkannya.

“Kami lebih memilih membangun insfrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat dan menjadi skala prioritas. Yaitu akses yang menghubungkan desa kami dengan desa-desa tetangga. Ini jauh lebih bermanfaat,”paparnya.

Kebijakan yang diambil Pemdes Teluk Kiambang, tentu lebih mengedepankan kebutuhan dan kepentingan masyarakat banyak. Kalaupun dipaksakan membangun di lokasi awal, malah menjadi pertanyaan banyak pihak.

“Perlu kami tegaskan lagi, jerambah itu bangunan lama. Sekarang sudah ada jerambah yang lebih bagus,”Pungkasnya

Heboh keberadaan jerambah kayu dalam kondisi memprihatinkan ini sempat diberitakan salah satu media online nasional.

Diberitakan, jerambah lapuk yang berada di parit 8 ini sudah dirasakan selama 10 tahun lebih oleh Warga Teluk Kiambang.

Dengan kondisi seperti itu sangat mengkhawatirkan dan berisiko tinggi untuk warga yang melintas. Terutama bagi anak-anak sekolah. Jerambah dengan kondisi sangat miris. Tiang-tiang penyanggah mulai lapuk, papan di atas jembatan disusun tak beraturan.

Sementara itu, Karo Humas Pemprov Riau, Firdaus dikutip melalui laman detik.com, menjelaskan bahwa kewenangan untuk melakukan perbaikan berada di Pemkab Inhil.

“Soal jembatan itu, saya sudah koordinasi dengan Dinas PU PR Riau, bahwa kewenangan dan tanggung jawabnya ada di Pemkab Inhil,” kata Karo Humas Pemprov Riau, Firdaus saat dikonfirmasi detikcom, Selasa (7/8/2018)./ Am

 

 

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s