Tajam, Dipercaya, Independent

Rupiah Melemah Rp14.415, Investor Tunggu Rapat Bank Sentral

Jakarta — Pergerakan nilai tukar rupiah melandai Rp14.415 per dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi penutupan perdagangan di pasar spot Senin (30/7). Angka itu melemah tipis 0,01 persen jika dibandingkan sesi perdagangan akhir pekan lalu.

Sementara berdasarkan kurs referensi Bank Indonesia (BI), Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah di posisi Rp14.409 per dolar AS, menguat jika dibandingkan sesi perdagangan Jumat (27/7) yang berada di level Rp14.483 per dolar AS.

Di kawasan Asia, sejumlah mata uang mengalami penguatan. Peso Filipina diperdagangkan menguat 0,26 persen terhadap dolar AS, baht Thailand menguat 0,18 persen dibanding dolar AS, Bersama rupiah, beberapa mata uang negara di kawasan Asia turut menguat, seperti rupee India 0,01 persen, peso Filipina 0,26 persen, kyat Myanmar 0,07 persen, dan baht Thailand 0,25 persen, sedangkan yen Jepang stabil.

Namun, beberapa diantaranya justru melemah di hadapan dolar AS seperti, won Korea Selatan sebanyak 0,2 persen, dolar Singapura 0,04 persen, dolar Hong Kong 0,01 persen, dan reminbi China 0,11 persen.

Ibrahim, Analisis Rupiah yang juga menjabat Direktur Utama PT Garuda Berjangka, menilai pergerakan rupiah dipengaruhi sejumlah sentimen, baik kondisi internal maupun eksternal ekonomi.

Dari sisi internal, langkah pemerintah menunda proyek infrastruktur nonstrategis, dan membatalkan DMO batu bara menjadi sentimen negatif bagi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

“Dari eksternal, pertemuan AS dan Uni Eropa setidaknya berdampak, masalah perang dagang menghasilkan kesepakatan yang positif,” ungkapnya, Senin (30/7).

Senat AS meloloskan rancangan Undang-undang (RUU) yang akan mengurangi atau bahkan menghilangkan bea masuk bagi produk-produk impor asal China. Beleid ini sebentar lagi akan disahkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Menurut dia, pelaku pasar akan menunggu pertemuan utama sejumlah bank sentral pekan ini, di antaranya rapat BoJ (Bank of Japan) yang berlangsung 30-31 Juli dan The Fed yang dijadwalkan pada 31 Juli-1 Agustus. Sementara itu, BoE (Bank of England) juga dijadwalkan membuat keputusan pada hari Kamis.”Proyeksi besok rupiah masih akan menguat pada level Rp14.347, atau bisa pula melemah di rentang Rp14.437,” tuturnya.

SUMBER: CNNindonesia

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s