Tajam, Dipercaya, Independent

Sekda Inhil Naik Pitam, Bappeda disebut Tukang “Ngeles”

“Jangan bicara proyek diambil tapi bicara kepentingan masyarakat tak serius”

Sekda Inhil H Said Syarifuddin (tengah) saat hadir mendampingi Bupati dalam rakor bahas persoalan stabilitas harga kelapa

Tembilahan, detikriau.org — Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Indragiri Hilir, Said Syarifuddin sebut Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Inhil suka “ngeles”. Dinas yang dikomandoi Tengku Juhardi ini dinilainya tidak fokus kawal program prioritas Pemkab Inhil sejak awal kepemimpinan Bupati HM Wardan.

Kritikan keras ini dilontarkan Sekda disela rapat koordinasi bahas stabilitas harga kelapa di kantor Bupati Inhil, senin (25/6/2018) kemaren

“Tolong dinas terkait hal ini di diskusikan betul pada RPJM (Rapat Pembangunan, red). Inikan sudah sejak awal menjadi prioritas Bupati, kenapa masih lambat juga,” Semprot Sekda.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), kata Sekda, selama ini selalu saja ‘ngeles’. Seperti salahsatunya ketika ada investor yang mau mengurus izin, Bappeda selama ini selalu saja mengelak dengan alasan persoalan Rencana Tata Ruang Wilayah.

“Bappeda ngelak terus, alasan RTRW. Kalau ngelak terus, ini payah. Orang mau ngurus izin tak selesai-selesai,” kata Said.

Belum lagi terkait penganggaran, Bappeda kata Sekda semestinya bisa melakukan perencanaan dengan analisa yang matang sehingga penganggaran untuk menangani permasalahan kelapa bisa menjadi prioritas.

“Penganggaran, Bappeda tolong dihitung betul. Jangan bicara proyek diambil tapi bicara kepentingan masyarakat tak serius. Perencanaan ini Bappeda, jangan ngelak-ngelak,” tegas Said kembali.

Tidak Hanya Bappeda, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, dalam rapat itu juga tak luput dari ‘semprotan’ Sekdakab. Sistem Resi Gudang yang menjadi tupoksi mereka juga dinilai lambat prosesnya.

“Ini Disperindag, jangan anggaran perjalanan dinas saja diurus. Bupati sudah begitu besar harapannya pada SRG, kenapa tak selesai juga? Sebelum bupati cuti kemarin kan ada SK baru tim percepatan. Ini sudah 4 bulan, dah sampai mana? Saya minta laporannya segera ke meja pak bupati,” perintah Sekda.

Sebagaimana diketahui, petani kelapa Inhil yang merupakan 70 persen lebih dari total seluruh masyarakat Inhil, saat ini memang sedang menghadapi masa sulitnya. Harga kelapa saat ini terjun bebas mencapai kisaran Rp600,- sampai Rp800,-. Padahal sebelumnya berada di harga rata-rata Rp2.200,-.

Upaya menjaga stabilitas harga kelapa ini sendiri, sebenarnya sudah dilakukan Pemkab Inhil sejak awal kepemimpinan HM Wardan akhir 2013 lalu. Bahkan izin dari Bappebti dan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia untuk pelaksanaan Sistem Resi Gudang (SRG) juga sudah dikantongi Pemkab Inhil sejak setahun lalu.

Bukan itu saja, Perda Sistem Resi Gudang, Perda Tata Niaga Kelapa serta Perda BUMD sebagai pelaksana SRG juga telah ditandatangani oleh Bupati Wardan awal tahun 2018 lalu. Setelah penandatanganan Perda tersebut, bahkan Bupati Wardan langsung menandatangani Surat Keputusan pembentukan Tim Percepatan Penyusunan Petunjuk Teknis dan Petunjuk Pelaksanaan agar Perda yang sudah sah dapat segera berjalan.

Tapi seiring dengan diadakannya Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), awal Februari lalu Bupati Wardan pun cuti mengikuti masa kampanyenya untuk mencalon kembali. Dari sinilah, ketika masuk di hari pertama setelah cuti kemarin Bupati Wardan langsung mengadakan rapat untuk melanjutkan kembali kerja yang sempat tertinggal kemarin. Seperti dikatakannya, hal ini sebagai komitmennya untuk mengangkat para petani kelapa Inhil./red

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s