Tajam, Dipercaya, Independent

Persoalan Kelapa Juga “Kecapi” Debat Kandidat Calon Pemimpin Inhil

Foto: Arsip detikriau.org

Tembilahan, detikriau.org – Disamping persoalan Infrastruktur bangunan dan jalan, pendidikan, serta kesehatan yang tetap laris dijadikan bahasa pemikat pada pelaksanaan Debat Kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil, persoalan komoditi perkebunan kelapa juga menjadi topik hangat.

Setidaknya, dua pasangan calon janjikan akan benahi persoalan ini jika kelak terpilih sebagai pasangan Bupati dan Wakil Bupati Inhil periode 2018 – 2023 mendatang.

Manurut Calon Wakil Bupati Inhil pasangan nomor urut 1, Musmulyadi, saat ini ada sekitar 90 ribu hektar perkebunan kelapa milik masyarakat yang butuhkan penyelamatan. jika kelak mendapatkan kepercayaan masyarakat, ia memastikan bersama pasangan calon Bupati nomor urut 1, Rosman Malomo, mereka akan konsen menangani persoalan ini.

Sementara itu calon Bupati Inhil nomor urut 2, Ramli Walid, sampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Inhil saat ini tercatat sebesar 7,79 persen. Persoalan ini dinilai dipengaruhi oleh turunnya pendapatan petani kelapa yang salahsatunya disebabkan kerusakan lahan perkebunan dan tidak adanya kepastian harga jual.

Disamping itu, masyarakat Inhil juga menurutnya masih kesulitan untuk mencari lapangan kerja, belum meratanya sarana pendidikan, masih buruknya pelayanan publik dan sejumlah persoalan infrastruktur lainnya. Intinya menurut putra Inhil yang pernah menjabat sebagai Kepala Bappeda Provinsi Riau ini, dari 12 Kabupaten/Kota di Riau, Inhil kini bertengger di posisi nomor dua paling bawah.

Calon Bupati petahan pasangan nomor urut 3, Muhammad Wardan sampaikan bahwa untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia harus didasari pada Indek Pembangunan Manusia (IPM).

IPM Kabupaten Inhil menurutnya selama 10 tahun terakhir, sejak 2010 terus mengalami peningkatan. Bahkan, pada periode kepemimpinannya 2013 – 2018, IPM Inhil meningkat hingga empat kali lipat. Namun capaian prestasi ini tidaklah kata Wardan membuatnya terlena tetapi justru menjadi suatu kewajiban untuk bekerja jauh lebih keras lagi dalam upaya memajukan daerah dan menata kesejahteraan masyarakat inhil.

Wardan juga mengatakan, bersama pasangannya Syamsuddin uti, ia mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama optimis menyongsong masa depan Inhil yang lebih gemilang dibawah ridho Allah SWT.

Meski jalannya debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Inhil ini sempat sedikit “menyerempet” saling singgung dan sorakan meriah saling sindir dari masing-masing tim pasangan pemenang namun secara keseluruhan berjalan cukup tertib dan lancar./ red

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s