Tajam, Dipercaya, Independent

Daftar Bakal Calon DPD RI. Yusuf Said: Saya Maju untuk Suarakan Kepentingan Daerah

“Dari INHIL untuk INDONESIA”

Tembilahan, detikriau.org – HM Yusuf Said SE MM daftarkan diri sebagai bakal calon Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Daerah Pemilihan Riau. Didampingi sejumlah pendukung, Yusuf yang kini masih menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Inhil itu serahkan syarat dukungan sebanyak 2.831 lembar KTP El ke KPU Riau.

“Benar, syarat dukungannya sudah saya serahkan dan diterima KPU Riau, kamis (26/4) kemaren” ujar Yusuf melalui sambungan telepon selular kepada detikriau.org, jum’at (27/4/2018)

Dikatakan Yusuf, keinginannya untuk berkiprah ditingkat pusat semata untuk menyuarakan kepentingan daerah.

Selama ini dinilainya, berbagai kebijakan pemerintah pusat untuk daerah, khususnya Riau, masih banyak yang dinilai kurang tepat. Contoh kecil, misalnya kata Yusuf, tentang penggunaan Dana Desa, dimana telah difaktakan bahwa dalam pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa dan 30% dari nilai proyek tersebut wajib digunakan untuk membayar upah buat masyarakat yang bekerja.

“Harusnya kebijakan seperti ini tidak disamaratakan karena kondisi daerah yang satu dengan daerah lainnya pastilah tidak akan sama. Harus ada pertimbangan kearifan lokal dan kondisi daerahnya,” Pendapat Anggota DPRD Inhil tiga periode ini.

Disamping persoalan itu, ditambahkan Yusuf, misalnya ketika berbicara tentang pengairan, untuk daerah Inhil, pengerjaan pengairan lebih mengarah kepada sektor perkebunan, sementara di pusat, pengairan mengarah pada sektor pertanian.

Di sektor perkebunan, terutama perkebunan kelapa rakyat yang menjadi komoditi unggulan daerah menurutnya juga harus tersuarakan.

Bukan masalah harga, tetapi lebih kepada persoalan diversifikasi, bagaimana bisa mengupayakan agar perkebunan kelapa rakyat bisa menghasilkan produktifitas yang tinggi dan keunggulan dari sisi kualitas yang bisa mendongkrak harga, seperti kelapa kopyor, dicontohkannya.

“Belum lagi masalah replanting. Selama ini replanting hanya dikenal pada komoditi sawit, kelapa tidak pernah dikenal adanya proses replanting (peremajaan. red) dan akibatnya tidak bisa dibiayai oleh perbankan,” kemukakan Yusuf

Persoalan harga jual kata Yusuf sangat berkaitan erat dengan tingkat pendapatan petani. Selama ini, masyarakat petani, khususnya di Inhil,  mengelola area perkebunan yang cukup luas, namun karena produktifitas yang rendah, nilai rupiah yang dihasilkan kadang tidak sebanding dengan pengeluaran biaya operasional dan pemeliharaan.

“Akibatnya harga jual yang dituntut juga harus tinggi. Tetapi tentu lain halnya jika produktifitasnya tinggi, harga tidak akan berpengaruh banyak karena hasil yang didapat tentu akan sebanding dengan pengorbanan biaya yang dikeluarkan.” dijelaskannya.

Untuk meningkatkan produktifitas kelapa rakyat, Yusuf berpendapat haruslah dilakukan dengan penyediaan bibit unggul dan pengelolaan lahan yang baik serta pohon kelapa rakyat yang sudah berumur tua harus diremajakan kembali.

“Semua ini harus tersuarakan. Saya maju dari INHIL untuk INDONESIA.” Akhirinya./ red

Iklan

Tagged as: ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s