Tajam, Dipercaya, Independen

Ayah Bejat di Kempas Ini Tega Jadikan Anak Kandung Budak Nafsu Selama Bertahun-Tahun

Kempas, detikriau.org – Entah setan apa yang merasuki benak S (36), Bukannya melindungi, warga Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau ini justru tega berbuat tidak senonoh kepada darah dagingnya sendiri selama bertahun-tahun.

Kasus ini terungkap setelah korban, sebut saja Bunga (15) mendatangi Polsek Kempas dan melaporkan perbuatan bejat yang telah dilakukan ayah kandungnya itu.

“Korban mendatangi Polsek Kempas sambil menangis ketakutan dan meminta perlindungan Polisi pada Jum’at (27/4/2018) sekira pukul 21.00 Wib,” Sampaikan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim  AKP M. Adhi Makayasa, S.H., S.I.K, Sabtu (28/4/2018)

Diterangkan AKP M Adhi, korban mengaku sudah dijadikan budak nafsu oleh S sejak dirinya masih berusia 12 Tahun. Saat itu mereka masih menetap di Provinsi Sumatra Selatan.

Setiap kali usai melampiaskan nafsu, korban mengaku S selalu melontarkan ancaman agar tidak menceritakan kepada siapapun.

“Tersangka sudah kita amankan. Dari pemeriksaan awal, Ia mengakui seluruh perbuatan bejatnya,” Tambahkan AKP M Adhi

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dijerat dengan pasal 81 UU No. 35 tahun 2014, tentang Perubahan atas UU No. 23 tahun 2002, tentang perlindungan anak.

“Tersangka diancam dengan pidana penjara maksimal 15 tahun”, pungkas AKP M Adhi./ Ikhwan

Iklan

Tagged as: ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.