Tajam, Dipercaya, Independen

Diruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil, Ratusan Massa Demonstran Lakukan “Sidang Rakyat”

Tembilahan, detikriau.org – Ratusan Massa Mahasiswa yang kibarkan gerakan Aksi Bela Rakyat lakukan rapat yang mereka sebut “Sidang Rakyat” bertempat diruang rapat paripurna gedung DPRD Inhil Jalan HR Subrantas Tembilahan. Rabu (25/4/2018).

diawali dengan perdebatan, sidang rakyat diruang “sakral” gedung DPRD Inhil itu akhirnya mendapatkan “izin” meski dilakukan hanya secara lesehan.

“perebutan” tuntutan permintaan “Sidang Rakyat” diruang Rapat Paripurna diawali dengan kedatangan ratusan massa aksi sekira pukul 10.38 Wib.

Di depan pintu masuk ruang utama gedung DPRD Inhil, massa diblokade barisan pasukan pengamanan dari Polres Inhil dan Satpol PP.

Bermula dengan sejumlah orasi, massa yang mengaku perwakilan masyarakat petani kelapa dari sejumlah daerah di Kabupaten Inhil mendesak DPRD dan Pemkab Inhil untuk mencarikan solusi atas anjloknya harga jual kelapa yang mereka nilai sudah sangat menyengsarakan masyarakat petani kelapa.

Orator Massa, dengan berbalutkan jaket almamater UNISI meneriakkan bahwa Indonesia sudah lama merdeka, Kabupaten Inhil sudah lama jaya, tapi dipertanyakannya, apakah masyarakatnya sudah sejahtera?.

“Apakah masyarakat sudah sejahtera?, apakah pemerintah sudah memperhatikan kesejahteraan masyarakatnya? Suara sahutan-pun menggema, BELUM!”

Teriakan-teriakan orasi terus saling sahut. Massa menolak untuk lakukan mediasi didepan pintu masuk gedung. Mereka menuntut untuk lakukan ‘Sidang Rakyat”.

Hasil pembicaraan empat orang perwakilan massa aksi dengan salah seorang unsur pimpinan DPRD Inhil, buahkan hasil. Massa diberi izin memasuki gedung DPRD Inhil.

Didalam ruang gedung, kembali terjadi sejumlah perdebatan. Massa aksi menolak untuk lakukan “Sidang Rakyat” diruang rapat Badan Anggaran. Mereka menuntut untuk masuk keruang Rapat Paripurna.

Tuntutan Massa ini tentunya timbulkan penolakan. Dewan berdalih, memasuki ruang paripurna harus mentaati sejumlah aturan..”kami saja sebagai anggota DPRD, memasuki ruang Paripurna tunduk dengan sejumlah aturan,” Terang Wakil Ketua DPRD Inhil, Syahrudin.

Sayangnya, alasan yang dikemukakan Syahrudin juga tidak digubris. Massa terus bergerak dan nekat merangsek berupaya menaikan anak tangga menuju lantai dua gedung DPRD Inhil dimana terdapat Ruang Rapat Paripurna.

Diujung anak tangga, ratusan massa kembali dihadang barisan pengamanan. Sempat terjadi aksi saling dorong. Suasana-pun terasa mulai memanas.

Ditengah suasana yang hampir meruncing, tuntutan massa aksi akhirnya terkabulkan. “Sidang Rakyat” dapatkan restu untuk dilakukan di ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Inhil meskipun dilakukan tanpa menduduki satu kursi-pun dari 45 kursi milik anggota DPRD Inhil./ red

Iklan

Tagged as: , , ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.