Tajam, Dipercaya, Independen

Hak Masyarakat, Pemkab Inhil Komitmen Tingkatkan Layanan Kesehatan

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) berkomitmen meningkatkan layanan kesehatan sebagai hak seluruh masyarakat yang harus dipenuhi.

Pernyataan tersebut disampaikan Asisten I Setda Kabupaten Inhil, Darussalam saat membuka Rapat Kerja (Raker) Kesehatan Kabupaten Inhil 2018 di salah satu Aula Hotel di Tembilahan, Senin (9/4/2018).

Menurutnya, kesehatan merupakan hak seluruh masyarakat  dan menjadi kewajiban pemerintah untuk menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, mudah diakses dan terjangkau.

Penyediaan pelayanan kesehatan ini, tidak terlepas dari upaya pemerintah secara terus-menerus meningkatkan pembangunan kesehatan termasuk di Negeri Hamparan Kelapa Dunia.

“Rapat kerja ini bukan forum pertemuan penyelengara kesehatan semata, namun diharapkan akan terjadi pertukaran informasi dan penyusunan kebijakan  bidang kesehatan dalam rangka mengantipasi masalah masalah kesehatan yang terjadi diInhil. Hal ini bertujuan, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” katanya.

Selanjutnya, upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat, terutama dalam percepatan eliminasi Tubercolosis, penurunan Stunting, peningkatan mutu serta cakupan imunisasi menuju Inhil bebas pasung ini memerlukan dukungan lintas sektor.

Dalam masalah eliminasi Tubercolosis (TBC), peran serta lintas sektor sangatpenting dalam mendeteksi atau penemuan kasus TBC mendukung terciptanya lingkungan yang sehat dan menurunkan penularan kasus TBC.

Sedangkan kasus stunting di Inhil masih tinggi sedangkan penaganan masalah Stunting baik masalah pencegahan maupun interpensi memerlukan peran lintas sector, terutama masalah kasus gizi terutama kasus pangan dan penyediaan air bersih dan sanitasi.

Sementara itu, Kepala Diskes Inhil, Zainal Arifin menyebutkan bahwa pencapaian Diskes Inhil tahun 2017 terkait beberapa program yang menjadi isu strategi Nasional cukup bervariasi seperti capaian Program TBC yakni 655 kasus TBC atau 65 persen dari 1070 target di Inhil.

Program Gizi capaian penemuan kasus stunting atau anak sangat pendek pada usia 0-59 bulan sebanyak 855 kasus dari 6000 sampel balita yang diperiksa.

Program Imunisasi capaian imunisasi dasar lengkap di Inhil pada tahun 2017 adalah 66,2 persen dari target 95 persen, sedangkan deaa UCI pada rahun 2017 adalah 77 desa (32,6 persen) dari target 80 persen, namun capaian ini sudah berangsur meningkat dari tahun sebelumnya.

Program Jiwa, berdasarkan data ODGJ tahun 2014 sebanyak 312 jiwa, tahun 2015 sebanyak 460 jiwa, tahun 2016 sebanyak 674 jiwa, tahun 2017 sebanyak 791 jiwa, dan tahun 2018 sebanyak 847 jiwa, pada tahun 2018 ada 19 jiwa yang dirujuk dan 21 jiwa yang dijemput. Data pasung tahun 2014 sebanyak 168 jiwa, tahun 2015 sebanyak 119 jiwa, tahun 2016 sebanyak 11 jiwa, tahun 2017 sebanyak 33 jiwa, dan tahun 2018 hanya tinggak 3 jiwa.

“Untuk mencari solusi permasalahn tersebut, maka pada Rakerkes kali ini juga melibatkan secara aktif peran dari lintas sektor dalam upaya bersama mengatasi permasalahan kesehatan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terpadu,” tuturnya./mirwan

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.