Maksimalkan Profesionalitas dan Kemampuan Menyaring Hoaks

Posted on Updated on

“AJI Gelar Workshop Profesionalisme Jurnalis”

PEKANBARU,-Tahun ini menjadi tahun terakhir bagi organisasi profesi dan perusahaan pers untuk melaksanakan Uji Kompetensi bagi wartawan atau jurnalisnya secara proporsional. Dewan Pers mulai tahun depan akan menerapkan aturan uji kompetensi mulai dari dasar atau jurnalis kelas Muda, terlepas masa pengabdian atau jurnalis itu menjalani profesinya lebih dari sepuluh tahun (batasan minimal untuk uji Utama,red).

Aliansi Jurnalis Independen (AJI) memanfaatkan betul momen ini dengan maksimal melaksanakan Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) bagi seluruh anggotanya pada tahun ini.

“Ini UKJ ke 39 sejak kita menandatangani kesepakatan ikut uji kompentensi. Masih ada 40 persen rekan-rekan AJI yang belum ikut kompetensi. Kalau gak bisa ambil tahun ini tahun depan sangat berat, karena harus memulai dari level Muda,” ungkap Ketua Bidang Usaha dan Dana AJI Indonesia, Suwarjono pada kegiatan Workshop ‘Profesionalisme Jurnalis Menghadapi Hoax’, Jumat (6/4/2018) di Pekanbaru. 

Kali ini AJI menggelar UKJ di Kota Pekanbaru dengan jumlah peserta 20 orang dari Kota Pekanbaru, Palembang, Padang, dan AJI Kota Batam. 

Sebelum menggelar UKJ Sabtu (7/4) ini, AJI terlebih dulu menggelar Workshop bekerja sama dengan Kedutaan Besar Australia. Ini merupakan kerjasama AJI untuk kegiatan Workshop perdana AJI tahun ini dengan Kedubes Australia. 

“Pekanbaru menjadi kota pertama yang sekaligus jalan (kerjasama workshop,red) dengan kedutaan Australia tahun ini,” lanjutnya. 

Sementara, Counsellor Media and Strategic Communications Australian Embassy Jakarta, Ian Gerard, dalam sambutannya menyambut antusias Workshop yang digelar untuk peningkatan kualitas dan profesionalisme Jurnalis ini. 

“Saya selaku mantan wartawan memahami betul fungsi wartawan, itulah makanya kami menghargai hubungan dengan media begitu tinggi. Penting bagi media melakukan pekerjaan ini (tugas jurnalis,red) dengan efektif,” sebutnya. 

Profesionalisme jusnalis cukup diuji pada tahun ini karena masuknya musim Pilkada. Pesta demokrasi, terutama akhir-akhir ini sering disibukkan dengan informasi palsu atau hoaks yang berseliweran di media sosial. 

Profesionalitas jurnalis sangat diuji di sini, terlebih memilih narasumber awal untuk dijadikan berita yang dikonsumsi publik.

“Menjelang Juni masa pemilihan sangat banyak perkembangan Hoaks berkaca dari pilkada-pilkada sebelumnya. Ini bagus bagi kami, rekan-rekan AJI mendapat pengetahuan baru baik dari Dewan Pers dan Kedutaan Australia,” ungkap Ketua AJI Pekanbaru, Firman Agus dalam sambutannya. 

Keterbukaan informasi dan kemudahaan akses internet saat ini semakin menyebabkan arus informasi banyak berseliweran di dunia maya, terutama di sosial media. 

Arus informasi inilah yang wajib disaring oleh jurnalis agar mendapatkan berita yang benar, tidak terjebak akan fake news, atau hoaks, atau berita palsu. Ini ditegaskan langsung oleh anggota Dewan Pers, Nezar Patria.

“Hoaks, itu berita bohong yang sengaja dibuat agar orang terkecoh. Jadi isinya itu jelas gak ada, bohong, seolah-olah benar. Fake news bagaimana? Sama gak jauh berbeda, membuat orang terkecoh. Contoh media cetak, Obor Rakyat tahun 2014 dibuat untuk kepentingan,” paparnya. 

Saat ini tercatat ada 600 an media cetak terdaftar di Dewan Pers. Selain itu, media online juga semakin menjamur. Setidaknya dewan pers mendata 40 an top media online yang memiliki jumlah pembaca dua ribuan perhari.

“Sekarang orang gak cari lagi berita pendek. Berita dalam, memenuhi rasa keingintahuan orang dengan informasi bermutu,” tegasnya. 

Di sinilah diperlukan daya kritik jurnalis dalam menilai sebuah informasi awal yang diambil dari media sosial terutama. Dengan bertindak kritis, melakukan kroscek, maka informasi hoaks dapat diaaring dan tidak terjenak sehingga menjadi sebuah berita. 

Sementara itu, usai menggelar workshop, AJI akan melanjutkan kegiatan dengan menggelar Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ) pada Sabtu (7/4) ini. Sebanyak 20 orang peserta dari Pekanbaru, Batam, Palembang, dan Padang akan menjalani UKJ untuk tingkatan Muda, Madya, dan Utama.(rls)

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.