Tajam, Dipercaya, Independent

Februari 2018, Inhil Alami Deflasi Sebesar 0,37 Persen

“Deflasi disebabkan pengaruh penurunan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks kelompok pengeluaran dari kelompok bahan makanan sebesar 1,93 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen”

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sukarwanto SST

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Perkembangan Indeks harga konsumen (IHK) kota Tembilahan pada bulan Februari 2018 mengalami Deflasi sebesar 0,37 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 135,87. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Sukarwanto SST, kemarin.

Menurutnya, hasil pantauan di pasar tradisional dan pasar modern/swalayan, perkembangan harga eceran beberapa komoditas pada bulan Februari 2018 menunjukkan adanya penurunan dibandingkan dengan bulan Januari 2018 lalu.

“Deflasi di Tembilahan terjadi karena pengaruh penurunan harga yang ditunjukkan oleh menurunnya indeks kelompok pengeluaran dari kelompok bahan makanan sebesar 1,93 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,04 persen,” ujarrnya

Sementara kelompok lainnya mengalami Inflasi, antara lain kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,11 persen, kelompok sandang sebesar 0,67 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,65 persen, dan kelompok transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,22 persen.

Ia juga menjelaskan Laju Inflasi tahun kalender (Februari 2018 terhadap Desember 2017) adalah sebesar 0,32 persen dan laju Inflasi tahun ke tahun (Februari 2018 terhadap Februari 2017) yaitu sebesar 3,52 persen

Beberapa komoditas penyumbang Deflasi bulan Februari 2018 adalah daging ayam ras sebesar 0,33 persen, udang basah sebesar 0,27 persen, cabai merah sebesar 0,09 persen, apel sebesar 0,04 persen, jeruk sebesar 0,03 persen, petai sebesar 0,03 persen, cabai rawit sebesar 0,03 persen, ketimun sebesar 0,02 persen, serta gabungan komoditas lainnya yang mengalami Deflasi sebesar 0,15 persen.

Komoditas yang mengalami penurunan harga pada Februari 2018 adalah daging ayam ras, udang basah, cabai merah apel, jeruk, petai, cabai rawit, ketimun, buncis, tomat sayur, kol putih/ kubis, kembang kol, wortel, jengkol telepon seluler, minyak goreng, terong panjang, kayu balokan, kentang, gula pasir, cabe hijau, susu untuk balita, laptop/ notebook, mesin cuci, semen, jeruk nipis/ limau, sirop, bawang merah, kacang hijau, pembasmi nyamuk spray, bola lampu, dan vitamin.

Sedangkan beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain, serai, teri, beras, bawang putih, emas perhiasan, telur ayam ras, kacang panjang, rokok putih, ikan asin belah, kembung, belanak, rokok kretek, besi beton, mujair, seng, gabus, kontrak rumah, cumi-cumi, bensin, mobil, mie kering instan, pembalut wanita, sepeda, roti manis, bedak, patin, sepeda motor, alas bedak, seragamsekolah anak, ikan dalam kaleng, roti tawar, seragam sekolah pria, susu kental manis, busi, sabun cair/ cuci piring, penyedap masakan/ vetsin, kemeja panjang katun, santan jadi, seragam sekolah wanita, garam, sabun detergen bubuk/ cair, parfum, shampo, pasta gigi, emping mentah, tepung terigu, kopi bubuk, susu bubuk, pembasmi nyamuk bakar, kecap (isi), obat gosok, minyak rambut, pampers, kompor, pakaian olahraga pria, deodornt, sikat gigi, dan kulkas/ lemari es.

Kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan Deflasi pada Februari 2018, yaitu, kelompok bahan makanan sebesar 0,5362 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga sebesar 0,0022 persen.

Sedangkan kelompok lainnya memberikan andil/ sumbangan Inflasi, yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau sebesar 0,0432 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar sebesar 0,0294 persen, kelompok sandang sebesar 0,0503 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,0207 persen dan kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,0220 persen.

Sukarwanto menambahkan, pada bulan Februari 2018, dua kota perhitungan IHK di Provinsi Riau selain kota Tembilahan juga mengalami Deflasi. Kota Pekanbaru mengalami Deflasi sebesar 0,27 persen dengan IHK sebesar 133,59 dan Kota Dumai mengalami Deflasi sebesar 0,24 persen dengan IHK sebesar 133,98. Serta kota Tembilahan juga mengalami Deflasi sebesar 0,37 persen dengan IHK sebesar 135,87./ Mirwan

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s