Tajam, Dipercaya, Independent

One Billion Rising: Perempuan Riau Bangkit Lawan Kekerasan

Angkat Tangan ke Langit
Sujud Ku Berdoa
Ku Tak Akan Takut Lagi Tuk Terus melangkah
Ku dapat melihat dunia
Tanpa perkosaan, kekerasan, Perempuan bukanlah barang

Ini Tubuhku
Bukan Milikmu
Nyatakan Tidak untuk kekerasan
Kami Ibu
Kami Guru
Kami Perempuan makhluk yang indah

Kata-kata di atas adalah penggalan syair lagu kampanye One Billion Rising (OBR) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Berbaju ungu, jingga dan hitam, seratusan perempuan dan laki-laki yang peduli dengan kampanye melawan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan dengan menari bersama pada Minggu pagi (18/2/2018), di arena Car Free Day (CFD), Jl. Gajah Mada, Pekanbaru.

Kampanye dengan tarian dan nyayian merupakan perwujudan dari bangkitnya perempuan untuk membebaskan diri dari berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Kampanye semacam ini telah berjalan sejak 2013 di lebih dari 200 negara.

One Billion Rising atau kebangkitan satu miliar orang merupakan sebuah gerakan yang dilakukan setiap bulan Februri bersama dengan jutaan perempuan di seluruh dunia. Mereka turun ke jalan dan menari sebagai ungkapan solidaritas terhadap korban kekerasan dan diskriminasi sekaligus mengajak untuk menghentikan kekerasan terhadap perempuan dan anak di dunia, tidak terkecuali di Riau.

“Perempuan Riau bersama miliaran perempuan di dunia bersolidaritas terhadap perempuan korban kekerasan dan diskriminasi. Tema kampanye One Billion Rising internasional tahun ini adalah ‘Rising in Solidarity Against Exploitation of Women (Bangkit Dalam Solidaritas Untuk Melawan Eksploitasi Terhadap Perempuan)’. Perempuan Riau harus bangkit melawan eksploitasi tersebut,” kata Magrina Rahayu, ketua panitia One Billion Rising Riau.

Selain menari bersama, pagi itu juga ditampilkan aksi teatrikal yang menggambarkan perempuan dari berbagai sektor pekerjaan masih tertindas dan mengalami eksploitasi oleh penguasa, pengusaha dan laki-laki yang punya relasi kuasa yang lebih besar. Kondisi tersebut cerminan dari kondisi riil di masyarakat saat ini.

“Selain menari, menyanyi, aksi teatrikal, orasi oleh pimpinan Seruni Helda Khasmy, kaum perempuan yang hadir pagi ini juga menyampaikan tuntutan-tuntutan dari berbagai lembaga pendukung yang ditulis dalam berbagai poster. Pengunjung, peserta OBR dan siapa siapa pun juga boleh mengungkapkan dan menyampaikan harapannya dengan menulis di selembar kain pink,” lanjut Magrina.

Acara yang didukung oleh belasan lembaga di Riau tersebut juga dihadiri oleh wakil rakyat dari kelompok perempuan, Ade Hartati. Anggota DPRD Riau tersebut sempat menyampaikan harapannya agar perempuan-perempuan di Riau lebih banyak lagi terjun ke dunia politik. Hal tersebut sebagai bentuk keprihatinnya terhadap tidak adanya lagi quota keterwakilan perempuan di parlemen.

“Perempuan perlu lebih banyak lagi terjun di ranah publik, khususnya di bidang politik. Keterwakilan perempuan masih harus terus diperjuangkan untuk kemudian bisa memperjuangkan kepentingan perempuan di Riau,” kata Ade Hartati.

Lembaga yang ikut ambil bagian dalam kampanye One Billion Rising 2018 antara lain, Rumpun Perempuan dan Anak Riau (Rupari), PPSW, Fitra Riau, Kohati, LBH Pekanbaru, FMN, Fatayat NU, Seruni, YTNTN, IPPI, HWDI, LSL, Tapak, AJI Pekanbaru dan Green Radio. (rls)

Iklan

Tagged as: ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s