Tajam, Dipercaya, Independen

Upaya Tarik Investor Kembangkan Industri Berbasis Kelapa, Dewan Pesankan Pemkab Inhil Juga Lakukan Hal Ini

Ketua Komisi II DPRD Inhil, Amd Junaidi

Tembilahan, detikriau.org – Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Inhil Amd Junaidi harapkan berbagai upaya Pemkab Inhil menarik Investor untuk pengembangan industri berbasis kelapa sedianya juga disertai dengan langkah menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Iklim investasi yang kondusif dikatakan Junaidi akan menjadi sebuah pertimbangan yang penting bagi calon investor sebelum mengambil keputusan untuk berinvestasi di suatu daerah.

Diterangkan Politisi Partai Golkar Inhil ini, beberapa indikator iklim investasi yang kondusif sebagaimana dirilis oleh Komite Pemantauan Pelaksanaan Otonomi Daerah (KPPOD melalui laporan Tata Kelola Ekonomi Daerah (TKED), dapat dilihat melalui Sembilan aspek, yakni ketersediaan lahan usaha dan kepastian usaha, perizinan usaha, interaksi antara pemda dan pelaku usaha, program pengembangan usaha swasta, kapasitas dan integritas Kepala Daerah, pajak daerah, retribusi daerah dan biaya transaksi lain, kebijakan infrastruktur daerah, keamanan dan penyelesaian konflik, serta kualitas peraturan daerah.

”Penciptaan iklim investasi yang kondusif dapat dilakukan melalui sejumlah faktor yang bersifat non-ekonomi, seperti masalah perizinan usaha, stabilitas politik, penegakkan hukum, masalah pertanahan untuk lahan usaha, tingkat kriminalitas dalam masyarakat, demonstrasi buruh, komitmen pemerintahan, komitmen perbankan, perpajakan, dan infrastruktur,” Sampiakan Junaidi baru-baru ini

Dari semua uraian itu, Junaidi mempertanyakan ‘apakah Kabupaten Inhil sejauh ini telah memenuhi sejumlah indikator tersebut?’.

Menurut Junaidi, pemenuhan atas semua indikator yang berimbas positif pada iklim investasi kondusif itu, akan mampu menumbuhkan persepsi yang positif pula di kalangan para calon investor.

”Keraguan untuk menanamkan modal usaha akan pudar ketika memang Inhil dianggap layak menerima investasi. Bahkan, dengan iklim investasi yang kondusif juga akan dapat memberikan realisasi investasi yang berkesinambungan kedepannya,” lanjutnya.

Disamping itu, Junaidi meminta, Pemerintah Kabupaten Inhil untuk juga dapat memperhatikan faktor – faktor ekonomi yang juga mengindikasikan iklim investasi yang kondusif. Inflasi dan Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), dibeberkan Junaidi, merupakan dua hal yang menjadi faktor dominan dalam klaim sebuah daerah sebagai daerah yang layak menerima investasi.

”Ini adalah tugas yang cukup berat bagi Pemkab Inhil. Bukan suatu hal yang mudah memenuhi keseluruhan indikator tersebut, baik indikator yang bersifat ekonomi maupun non – ekonomi. Namun, inilah yang perlu dilakukan demi pengembangan sektor perkebunan kelapa melalui hilirisasi komoditas kelapa,” Akhiri Junaidi./ Adv

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.