Tajam, Dipercaya, Independent

Sebut Kehilangan Sumber Penghidupan, Ratusan Massa Buruh Desa Pekan Tua Demo Ke Kantor Bea Cukai Tembilahan

Tembilahan, detikriau.org – Ratusan massa buruh dari Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir mendatangi gedung Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Type Madya Pabean C di jalan Jendral Sudirman Tembilahan, Kamis (16/11)

Kedatangan massa dengan mengusung bendera bertuliskan FSPTD-KSPSI Kabupaten Inhil ini menuntut lembaga yang berada dibawah naungan Kementrian Keuangan itu untuk kembali memberi izin beroperasionalnya kapal importir yang selama ini dinilai mereka  telah menjadi sandaran penghasilan bagi hampir 80% warga Desa Pekan Tua dari aktifitas bongkar muat.

Menurut orator massa, Asmadi, kedatangan mereka murni urusan “perut”. Selama hampir empat bulan tidak bekerja setelah berhentinya aktifitas Kapal Importir, masyarakat kehilangan sumber penghidupan.

“Ini urusan perut pak. Sudah lebih dari 4 bulan kami tidak bekerja. Kita minta ada keadilan.” Orasi Asmadi.

Ditegaskan Asmadi, massa buruh Desa Pekan Tua menuntut kejelasan dari pihak Bea Cukai. Tempo waktu satu minggu jika tuntutan ini tidak juga disikapi, Ia menegaskan bahwa buruh akan kembali menuntut dengan jumlah massa yang jauh akan lebih besar.

Kedatangan massa buruh di gedung kantor Bea Cukai Tembilahan sekira pukul 09.00 Wib itu tampak dijaga oleh puluhan petugas Kepolisian.

Menyikapi tuntutan yang disampaikan oleh sejumlah orator massa. Pihak Bea Cukai akhirnya menerima perwakilan Massa Demonstran untuk melakukan dialog di lantai 2 gedung kantor Bea dan Cukai.

Dialog Lanjutan dijadwalkan, Selasa Tanggal 21/11/2017 Mendatang

Kepala Seksi KIP Kantor Bea Cukai Tembilahan, Syarifyono menjanjikan pertemuan lanjutan dengan perwakilan massa buruh Desa Pekan Tua Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir pada Selasa (21/11/2017) mendatang.

Keputusan penjadwalan pertemuan lanjutan ini disepakati setelah tidak dimungkinkan didapatkan keputusan dengan beralaskan Kepala Bea Cukai Tembilahan sedang tidak berada di Tembilahan

“Apa yang bapak-bapak sampaikan dalam pertemuan hari ini, sudah saya catat dan nanti akan saya sampaikan kepada pimpinan. Dalam pertemuan mendatang, kita juga akan coba hadirkan pihak Pemerintah Daerah setempat,” Sampaikan Syarifyono

Sebelumnya dalam pertemuan diruang Media Center Kemuning lantai 2 gedung Bea Cukai Tembilahan yang dimulai sekira pukul 10:41 Wib itu, 6 perwakilan massa buruh kembali menyampiakan sejumlah tuntutan.

Asmadi, kali ini kembali menegaskan bahwa mereka, para buruh, tidak bersekolah, sehingga tentunya minim pengetahuan akan aturan hukum. Buruh menurutnya, taunya hanya bekerja untuk mendapatkan makan.

“Kita tidak ditunggangi pihak manapun. Termasuk “penyelundup” yang kami-pun tau siapa mereka. Kita tidak akan beberkan semua itu jika urusan perut kami tuntas,” Ungkap Asmadi, namun sayangnya tidak membeberkan makna kata “penyelundup” yang menurut dirinya ia ketahui itu secara gamblang.

Jika kapal importer tidak diijinkan untuk kembali menjalankan aktifitasnya, Asmadi justru mempertanyakan apakah pihak Bea Cukai Tembilahan bisa menggantikan lapangan pekerjaan yang selama ini memberi topangan kehidupan mereka.

“7 Tahun operasional kapal importer tidak ada masalah. Kenapa justru saat ini baru dilarang?” pertanyakan Asmadi.

Sementara itu, perwakilan massa buruh lainnya, Sudikin, menjelaskan bahwa 300-an buruh di Desa Pekan Tua yang diperkirakannya berjumlah se-ribuan lebih termasuk anak dan istri, kini kehilangan sumber penghidupan. Jika nantinya tetap tidak ada kejelasan, ia berani memastikan, bukan hanya buruh, bahkan anak-anak dan kaum “emak” akan bersedia secara bersama-sama mendatangi Bea Cukai Tembilahan.

“Harus ada ketegasan karena ini tumpuan hidup kami. Kami hanya masyarakat yang menumpukan hidup dari kemampuan fisik untuk bekerja mendapatkan penghasilan,” Harapnya.

Pertemuan yang dilakukan bersama perwakilan massa buruh saat itu selain dihadiri pihak Bea dan Cukai juga tampak dihadiri Kabag ops Polres Inhil Kompol Maison SH dan sejumlah personel gabungan Polres Inhil dan Polsek KSKP Tembilahan./dro

Iklan

Tagged as: , , , ,

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s