Tajam, Dipercaya, Independent

Harga Kelapa Anjlok. Mahasiswa Pelangiran di PKU Harapkan Perhatian Nyata dari Pemkab dan DPRD Inhil

Gambar: Net

PELANGIRAN (detikriau.org) – Dalam pekan terakhir harga kelapa rakyat kembali turun dikisaran Rp1.600,- hingga Rp1.800 perkilonya, dimana pada sebelumnya pernah mencapai harga tertinggi dikisaran Rp3.000.

Seperti yang diungkapkan oleh Syahrul, salah seorang mahasiswa yang lagi kuliah di perguruan tinggi di Pekanbaru melalui telepon, Kamis (16/11/2017).

“Mendengar kabar dari kampung tepatnya di Desa Teluk Bunian Kecamatan Pelangiran tempat orang tua saya tinggal, harga kelapa rakyat kembali turun, tentu dengan kondisi turunnya harga kelapa tersebut berpengaruh keadaan kami yang lagi kuliah, orang tua harus kembali ekstra kerja keras untuk memenuhi kebutuhan kami termasuk uang kuliah”, kata Syahrul dengan nada sedikit berharap ada perhatian.

Lanjut tambahnya sangat berharap ada tindakan nyata dari Pemerintah Kabupaten Inhil dan juga perhatian dari Bapak-Ibu anggota dewan terutama daerah pemilihan Kecamatan Pelangiran untuk memperhatian nasib para mahasiswa tentang bagaimana melihat kondisi harga kelapa yang kembali anjlok.

“Melalui media ini semoga mereka pejabat Pemerintah dan anggota Dewan dapil Pelangiran untuk bisa mengatasi permasalahan turunya harga kelapa, jangan hanya karena ada iven-iven Pemkab dan lainnya, para petani kelapa menjadi korban dengan diturunkannya harga kelapa oleh para pembeli, orang tua kami tidak bisa berbuat banyak kecuali kerja keras untuk bisa mengirim kebutuhan kuliah kami”, harap Syahrul kembali.

Pantauan di masyarakat memang benar harga kelapa kembali turun dalam sepekan ini, seperti yang dikatakan Faisal yang berprofesi pedagang pakaian.

“Saya dengar warga Pelangiran kembali ramai mengatakan harga kelapa kembali turun, bahkan dikisaran Rp. 1600 hingga Rp. 1800 perkilonya, akibat kondisi ini berpengaruh juga terhadap omset para pedagang seperti kami turunnya daya beli warga yang akan berbelanja, kita berharap kondisi harga kelapa bisa kembali stabil diatas Rp. 2500 perkilonya dan Pemkab harus mengambil tindakan agar tidak terulang kembali,” harap Faisal yang berjualan di Jalan H Isa Pelangiran Besar./Mirwan

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s