Tajam, Dipercaya, Independent

Nelayan Harapkan Pemkab Inhil Lebih Giatkan Sosialisasi Pelarangan Menangkap Ikan dengan Bahan Kimia

“Bantu kami pak, karena sungai ini menjadi tempat kami menggantungkan hidup untuk mendapatkan rezeki bagi anak dan istri.”

gambar ilustrasi: net

Tembilahan, detikriau.org – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir diminta untuk lebih menggiatkan sosialisasi pelarangan penangkapan ikan diperairan umum dengan menggunakan bahan kimia.

Kerusak lingkungan  yang disebabkan aktifitas yang dilakukan oleh sejumlah orang yang tidak bertanggungjawab itu, dampak kerusakannya semakin hari semakin dirasakan oleh masyarakat nelayan.

“sekarang susah pak. Hasil tangkapan kita semakin menurun. Bahkan kerap sama sekali tidak mencukupi walau hanya sekedar untuk memenuhi kebutuhan perut.” Ujar salah seorang nelayan di Kecamatan Batang Tuaka, Mustafa baru-baru ini kepada detikriau.org

Menurutnya, kondisi perairan sungai tempat ia sehari-hari biasa mengais rezeki dengan menangkap udang, sekarang sudah tidak seperti dulu lagi. Jangankan mendapatkan hasil tangkapan udang besar, udang kecil-pun semakin hari semakin langka.

“udangnya mungkin sudah banyak yang lari atau bahkan mati karena masih saja ada yang menangkapnya dengan cara di tuba.” Keluh Mustafa

Melalui detikriau.org Mustafa berharap agar disampaikan pesan kepada pemerintah untuk lebih meningkatkan pengawasan, paling tidak dengan cara lebih menggiatkan sosialisasi adanya larangan penangkapan ikan menggunakan bahan kimia.

“Bantu kami pak, karena sungai ini menjadi tempat kami menggantungkan hidup untuk mendapatkan rezeki bagi anak dan istri.” Harap Mustafa

Hari ini, rabu (1/11/2017), disela kegiatan penyerahan 13 unit kapal motor dan ratusan alat tangkap kepada nelayan Desa Sungai Undan, Kecamatan Reteh, Bupati Inhil, HM Wardan dalam penyampaian amarannya juga sempat kembali mengingatkan akan adanya pelarangan kepada nelayan untuk tidak menangkap ikan dengan menggunakan racun atau tuba.

Bahkan Bupati mengaku, Ia bersama jajarannya di Pemerintahan Kabupaten Inhil, khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan sudah melakukan sosialisasi kepada para nelayan di sejumlah daerah di Kabupaten Inhil.

“Dalam aturan yang diberlakukan itu, juga terdapat sanksi denda sebesar Rp 1,2 Miliar bagi para nelayan yang melanggar aturan dengan mencari ikan menggunakan racun,” sampaikan Bupati

Untuk sekedar diketahui, larangan menangkap ikan di perairan umum dengan menggunakan bahan kimia berbahaya itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 Tentang Perikanan, dalam pasal 84 yang dituliskan bahwa menangkap ikan dengan bahan berbahaya diancam pidana penjara maksimal 6 tahun serta denda maksimal sebesar Rp1,2 miliar./ Am

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s