Tajam, Dipercaya, Independent

Prabowo: Jangankan Jadi Insinyur, Jadi Kuli Saja akan Kalah

JAKARTA – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mendapatkan kesempatan untuk memberikan pandangannya mengenai nasionalisme dalam acara Conference on Indonesian Foreign Policy yang digelar di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu (21/10/2017).

Dalam pandangannya itu, Prabowo menilai bahwa saat ini Indonesia tengah mengalami negara yang menuju pada kekalahan demi kekalahan.

Bahkan, Prabowo sebut sebagai pekerja saja Indonesia kalah saing dari negara lain. “Jadi kuli saja akan kalah. Enggak usah jadi insinyur, jadi kuli saja kalah,” ujar Prabowo.

Prabowo juga menyebut mengenai olahraga sepak bola Indonesia yang sering mengalami kekalahan demi kekalahan dengan tim nasional negara lain.

“Kita sebetulnya menuju pada bangsa kalahan. Kalau bangsa kita kurang protein pantas sepak bola kita kalah dari terus dari negara manapun,” kata Prabowo.

“Saya mau tanya, bidang apa saja yang tidak kalah? Hampir. Di SEA Games negara terbesar di Asia Tenggara kita enggak tahu kita di urutan berapa, nomor 5 atau 6? Kita kalah dengan singapura dengan penduduk 5 juta, sebesar bogor,” tutur Prabowo.

Prabowo mengatakan persoalan kekalahan demi kekalahan itu lantaran masih banyak generasi muda Indonesia masih banyak yang kekurangan gizi. Ia pun menyebut bukan kekurangan gizi sebenarnya, namun kelaparan.

“Negara kita yang 72 tahun merdeka, di ibukota, tidak jauh dari tempat kita berkumpul di tempat yang megah ini, sepertiga anak-anak DKI berada di dalam keadaan kurang gizi. Atau sebetulnya artinya kelaparan,” tutur Prabowo.

“Pantaskah kita bertanya berhasilkah negara Indonesia memberikan keaejahteraan? Klo kita liat di NTT, 2 dari 3 anak, dua pertiga anak-anak di NTT kelaparan setiap hari. Kurang gizi, artinya kurang protein. Artinya apa? Dibawah 5 tahun perkembangan sel otak, otot dan sel tulang akan berkurang,” ucap Prabowo.

Secara keseluruhan, Prabowo menilai nasionalisme harus dilihat dari bagaimana Pemerintah menjamin keamanan dan kebutuhan rakyatnya.

Ia meminta masyarakat menilai sendiri apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah saat ini apakah dapat menjamin keamanan dan kesejahteraan atau tidak.

“Kita harus mengerti tujuan bernegara itu apa. Kita harus sepakat tujuan seluruh Pemerintah di dunia itu bernegara mencari keamanan dan kesejahteraan bersama. Kalau negara tidak bisa memberi keamanan dan kesejahteraan, sesungguhnya harus kita akui negara itu tidak berhasil alias gagal,” kata Prabowo.

Sumber: http://www.tribunnews.com/nasional/2017/10/21/prabowo-jangankan-jadi-insinyur-jadi-kuli-saja-akan-kalah

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s