Tajam, Dipercaya, Independent

Belum Final, SK Personalia Baru DPC Inhil Dimungkinkan “dirobah”

“Menempati jabatan sebagai pimpinan di Gerindra  bukan sebuah kebanggaan tetapi lebih kepada pemenuhan tanggungjawab untuk mebesarkan partai dan mengantar Prabowo Subianto sebagai Presiden RI”

Tembilahan, detikriau.org –   Susunan Personalia Kepengurusan DPC Partai Gerindra Kabupaten Indragiri Hilir pimpinan Asmadi belum merupakan sebuah mandat final. SK ini dimungkinkan akan dirubah jika memang ada kesalahan.

“Belum final. Susunan personalia yang tertera dalam SK itu bisa dirubah jika memang ada kesalahan,” Ujar mantan Ketua OKK DPC Partai Gerindra Inhil, Mulyadi Said kepada detikriau.org di Tembilahan. Senin (16/10/2017)

Menurut Mulyadi yang kini menduduki jabatan sebagai Anggota Dewan Penasehat DPC Gerindra pimpinan Asmadi , kemungkinan untuk dilakukannya perubahan ini bukan pernyataan dari dirinya. Tetapi hal itu diterimanya langsung dari Ketua DPD Gerindra Provinsi Riau, H. Nurzahedi SE dalam sebuah kegiatan di Pekanbaru, Ahad (15/10/2017).

Kembali diterangkan ulang oleh Mulyadi bahwa jabatan struktural bagi kader militan partai Gerindra bukanlah segala-galanya. Namun mengantisipasi setiap kemungkinan sekecil apapun yang akan menjadi penghalang tujuan utama mengantarkan Prabowo Subianto sebagai Presiden RI wajib untuk diantisipasi.

“Ketua DPD kita juga pastinya kader militan. Kepemimpinannya untuk membesarkan partai tentu tidak lagi diragukan. Pemikiran kita dengan calon Gubernur Riau dari partai Gerindra itu pastilah satu tujuan.” Tegaskan Mulyadi.

DPC Partai Gerindra Inhil menurut Mulyadi berdiri sejak tahun 2008, di awal berdirinya, meski dengan perjuangan yang tidak gampang, seluruh pengurus DPC Gerindra Inhil berhasil mendudukan Ketuanya, Baharuddin L Abbas dikursi DPRD Inhil dan pada Pileg 2013, Gerindra Inhil berhasil merebut 3 kursi di DPRD Inhil.

“Artinya seluruh pengurus DPC sebelumnya telah membuktikan diri sebagai kader militan yang berjuang penuh untuk membesarkan Partai.” Ultimatum Mulyadi

Sebagai kader militan Partai Gerindra, Mulyadi mengaku hari ini timbul keyakinan dihatinya akan adanya upaya “penghancuran” Partai Gerindra Inhil. Hal itu menurutnya ditandai dengan pengambil-alihan kepengurusan DPC tanpa pernah adanya dilakukan musyawarah. Apalagi lebih dari separoh jumlah pengurus lama di keluarkan dan dipindahkan pada jabatan lainnya tanpa pernah dimintai persetujuan.

“Bagaimana mau membesarkan partai jika diawali dengan menimbulkan keretakan?. Apa jaminan sejumlah nama-nama baru yang kini menduduki susunan fital dikepengurusan di DPC Inhil merupakan kader militan partai yang memiliki satu tujuan. Bahkan Asmadi sendiri yang “dibantu” didudukan sebagai Anggota DPRD Inhil baru menempati “rumah keluarga” Partai Gerindra Inhil 3 tahun yang lalu,” Kritisi Mulyadi.

Diakhir kalimatnya Mulyadi berpesan agar Asmadi dapat memimpin partai Gerindra Inhil dengan penuh tanggungjawab. Menempati jabatan baru sebagai seorang Ketua di Gerindra menurutnya bukan sebuah kebanggaan tetapi lebih kepada pemenuhan tanggungjawab untuk mebesarkan partai dan mengantar Prabowo Subianto sebagai Presiden RI./ dro

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s