Tajam, Dipercaya, Independent

Pemkab Inhil Serius Upayakan Pengembangan Sektor Pertanian

TEMBILAHAN (detikriau.org) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indragiri Hilir (Inhil) serius berupaya pengembangan sektor pertanian yang dinilai hal penting untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pernyataan tersebut dilontarkankan langsung oleh Bupati Inhil HM Wardan dalam sambutan pada pertemuan teknis penyuluh pertanian se-Kabupaten Inhil di Aula Grend Hotel Jalan Batang Tuaka, Tembilahan, Selasa (3/10/2017).

Menurutnya, pembangunan sektor pertanian masih dihadapkan dengan berbagai kendala seperti meningkatnya jumlah penduduk, kerusakan lingkungan dan perubahan iklim, belum cukup bibit bermutu, pupuk dan lain sebagainya. Termasuklah masalah konversi lahan yang ada.

Dalam menghadapi kendala yang ada, pemerintah telah menetapkan pencapaian swasembada berkelanjutan padi dan jagung serta kedelai yang harus dicapai dalam kurun waktu 3 tahun. Untuk mencapainya, peran penyuluh sangat penting dalam menggerakkan para petani sebagai pelaku utama, agar dapat menerapkan teknologi yang ada.

“Keberadaan para penyuluh memiliki peran yang sangat sentral dan strategis dalam mewujudkan ketahanan pangan. Dengan adanya ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal, petani dan masyarakat akan diuntungkan karena tidak perlu lagi mengimpor pangan dari luar daerah,” kata Wardan.

Apalagi, lanjut Bupati, luas potensi lahan sawah di Kabupaten Inhil cukup luas hingga 25,169 Ha. Target luas tanam padi pada musim tanam Oktober-Maret tahun 2016-2017 seluas 20,979 Ha dan realisasinya seluas 19,208 Ha atau sekitar 91,55 persen. Sedangkan pada musim tanam April-September 2017 ditargetkan 6,647 Ha, dan sampai Agustus baru terealisasi 3,702 Ha.

“Saya mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada para petani, penyuluh, jajaran TNI AD khususnya Babinsa karena telah berhasil merealisasikan target yang ditetapkan,” tuturnya.

Namun kedepan, orang nomor satu di Hamparan Kelapa Dunia ini memberi beberapa langkah untuk meningkatkan produktivitas pada seperti, badan peneliti dan pengembangan pertanian merakit dan merekomendasikan teknologi tepat guna spesifik lokasi, terutama pada lahan pasang surut atau rawa.

Selanjutnya, Direktorat tanaman pangan menyebarluaskan dan menerapkan paket teknologi tepat guna spesifik lokasi. Kemudian, langkah yang mesti diterapkan bisa dilakukan dengan Badan Penyuluh dan Pengembangan SDM pertanian mengembangkan Demfarm atau swadaya murni petani.

“Saya memiliki harapan besar kepada penyuluh pertanian ini untuk betul-betul serius, dan saya juga minta untuk melakukan diskusi rutin secara bersama untuk saling memberi masukan apa saja yang bisa menunjang untuk peningkatan pertanian,” harapnya./mirwan/adv

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s