Tajam, Dipercaya, Independent

Diduga Tanaman Langka, Warga Desa Tanjung Simpang laporkan Penemuan Bunga Berbau Bangkai

Pelangiran, detikriau.org – Sejenis bunga bangkai, ditemukan tumbuh di halaman pekarangan belakang rumah warga di Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran Kabupaten Indragiri Hilir, Sabtu, 30 September 2017.

Penemuan bunga langka berbau menyengat itu bermula saat Raja Satar mengendus bau busuk di sekitar rumahnya. Penasaran dengan bau itu, Raja Satar lalu mencari sumber bau, ternyata sumber bau datang dari sekuntum bunga menarik berwarna merah yang dikelilingi oleh serangga kecil.

Bunga bangkai yang ditemukan di Desa Tanjung Simpang ini hanya berukuran tinggi sekitar 30 cm dan mengeluarkan bau busuk menyengat seperti bangkai, sehingga mengundang lalat mengerumuninya.

Penemuan bunga bangkai tersebut, kemudian dilaporkan Raja Satar kepada Bhabinkamtibmas Tanjung Simpang Brigadir Erwin, A.

Diperkirakan bunga tersebut dari jenis yang cukup langka, namun untuk memastikannya, penemuan tersebut akan dilaporkan kepada instansi yang lebih berkompenten.

Dikutip dari laman pemberitaan bbc.com tanggal 20 september 2017 yang lalu, di provinsi Riau juga ditemukan bunga bangkai. Uniknya, tanaman langka yang ditemukan di Cagar Alam Bukit Bungkuk kala itu jadi pembicaraan dunia karena ukurannya yang mencapai 4,3 meter, jauh melampaui rekor dunia resmi.

Sebetulnya ada tiga tangkai yang mekar pada waktu bersamaan. Dua tangkai di kawasan konservasi Cagar Alam Bukit Bungkuk, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Satu tangkai lagi ditemukan di luar kawasan, di Desa Bukit Melintang.

Getty Images/bbc.com

Mekarnya tiga bunga bangkai raksasa yang berjenis amorphopallus giga diendus pertama kali pada 13 September 2017 oleh Maju Bintang Hutajulu dan Santino Gomes, dua polisi hutan (polhut) yang bekerja di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Mereka sampai berkemah di hutan cagar alam seluas 12.828,88 hektare itu, menunggui dua flora langka dan dilindungi tersebut sebelum salah satu tangkai mekar, Jumat, 15 September 2017, seperti dilaporkan Dina Febriastuti, seorang wartawan setempat yang meliput dari dekat.

Bunga bangkai membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mekar, dan masa mekarnya hanya sekitar dua hari./*/Am

 

Save

Save

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s