Tajam, Dipercaya, Independent

Polres Inhil Terjunkan 763 Personel Amankan Pemilukada 2018

Tembilahan, detikriau.org – Amankan pelaksanaan Pemilu Kepala Daerah Serentak, Gubernur/Wakil Gubernur Riau dan Bupati/ Wakil Bupati Indragiri Hilir Tahun 2018, mendatang, Polres Indragiri Hilir akan menerjunkan 763 Personel. Pasukan pengamanan ini terdiri dari Personel Polres Indragiri Hilir dan Polsek ditambah perkuatan Personel BKO dari Polda Riau.

Hal itu disampaikan Kabag Ops Polres Indragiri Hilir Komisaris Polisi Maison, SH, dalam rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kapolres Indragiri Hilir AKBP Dolifar Manurung, S.IK, M.Si, di Ruang Tri Brata Polres Indragiri Hilir, Jumat, 29/9/2017.

Rapat yang membahas tentang kesiapan menghadapi Pemilu Kada tersebut dihadiri oleh Sekda Kabupaten Indragiri Hilir H. Said Syarifuddin, , Asisten Bidang Administrasi dan Pemerintahan Setdakab Indragiri Hilir H. Darussalam, Kaban Kesbang Polinmas H. Aslimudin, BKPDA dan Panwaslu serta Wakapolres KOMPOL DR. H. Azwar, serta Pejabat Utama Polres Indragiri Hilir.

Dalam pemaparannya Kapolres mengungkapkan bahwa ada 3 Komponen utama yang akan mempengaruhi kesuksesan Pilkada ini, yaitu, KPU sebagai penyelenggara, Panwaslu sebagai pengawas dan Polri sebagai pihak yang bertanggung jawab untuk pengamanannya.

“Ketiga komponen ini harus mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten. Untuk mendukung kegiatan pengamanan Pemilu Kada di tingkat Kabupaten Indragiri Hilir, tidak seluruhnya ditanggung oleh Provinsi.  Sehingga kekurangan anggaran yang dibutuhkan diharapkan akan jadi tanggungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hilir.” Ujar Kapolres

Dipaparkan dalam pertemuan tersebut, dari 1.610 TPS yang tersebar di 20 Kecamatan, ada beberapa pola pengamanan yang jadi alternatif, yaitu alternatif  Pertama adalah Pola Pam Aman dengan  2 : 5 : 10 (2 Polri : 5 TPS : 10 Linmas), Pola Rawan I, dengan 2 : 4 : 8 (2 Polri : 4 TPS : 8 Linmas) dan Pola Rawan II, dengan 2 : 1 : 4 (2 Polri : 1 TPS : 4 Linmas). Alternatif Kedua adalah Pola Aman dengan 2 : 8 : 16 (2 Polri : 8 TPS : 16 Linmas), Pola Rawan I dengan 2 : 3 : 6 (2 Polri : 3 TPS : 6 Linmas) dan Pola Rawan II dengan 2 : 1 : 2 (2 Polri :  1 TPS : 4 Linmas).

Kerawanan yang diperkirakan akan terjadi dalam tahapan Pemilu Kada;

Tahap Persiapan ; Kelalaian dalam pendaftaran pemilih, pendaftaran lebih dari 1 kali, manipulasi data oleh petugas pendata, rasa tidak puas dari calon, konflik internal Partai, dan intimidasi.

Tahap Pelaksanaan ; kerawanannya adalah bentrok antar pendukung, money politics, kampanye hitam, selebaran gelap, manipulasi data, pencoblosan lebih 1 kali, dan penggembungan suara.

Tahap Penyelesaian ; kerawanan yang timbul diperkirakan adalah penolakan terhadap hasil penetapan perolehan suara, teror terhadap pasangan calon terpilih, unjuk rasa, intimidasi terhadap anggota KPUD dan saksi-saksi, mobilisasi massa ke MK, dan pengrusakan fasilitas umum.

Menanggapi hal tersebut di atas, Sekda mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Kapolres dan jajarannya, karena pertemuan ini bisa menjadi media sharing untuk menentukan langkah lebih lanjut demi mensukseskan Pemilu Kada. Lebih jauh dikatakan bahwa Pemkab akan mengcover anggaran yang belum masuk di anggaran Provinsi.

Senada dengan Sekda, Asisten Bidang Administrasi dan Pemerintahan mengatakan akan secepatnya membahas secara detail anggaran Pilkada tersebut, karena kondisi TPS yang banyak di perairan, sehingga anggaran transportasi harus disesuaikan dengan kondisi daerah./Am

Iklan

"Pengutipan berita harus mencantumkan detikriau.org atau kami akan menuntut sesuai dengan Undang-Undang Hak Cipta"

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s